Berita Lamongan

Penampakan Ikan Pari Manta Raksasa yang Tersangkut Jaring Nelayan Lamongan, Sampai Diangkat 15 Orang

Seekor ikan pari manta raksasa tersangkut jaring perahu nelayan di perairan laut utara Lamongan,  17 mil dari pantai Paciran. Saat tersangkut jaring,

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Penampakan ikan pari manta raksasa yang tersangkut jaring nelayan di Paciran Lamongan. Saat ditemukan kondisi pari sudah dalam mati, Sabtu (23/7/2022) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Seekor ikan pari manta raksasa tersangkut jaring perahu nelayan di perairan laut utara Lamongan,  17 mil dari pantai Paciran.

Saat tersangkut jaring, ikan pari manta raksasa itu sudah dalam keadaan mati.

Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan, Muchlisin Amar mengatakan bahwa ikan pari yang tersangkut tersebut saat tidak dibiarkan dilepas di laut jadi bangkai, tapi dibawa ke bibir pantai Desa/Kecamatan Paciran.

"Ikan pari ini tersangkut jaring nelayan pada malam hari, sekitar 17 mil dari pantai Paciran, " kata Muchlisin kepada Surya.co.id (Tribun Jatim Network) Sabtu (23/7/2022).

Oleh nelayan nelayan, ikan tetap dibawa daratan dan tiba sekira pukul 07.00 WIB tadi. "Tapi ikannya sudah mati,"  katanya.

Muchlisin menambahkan bahwa ikan pari dengan ukuran yang sangat besar seperti ini jarang ditemukan di perairan Lamongan.

Lantaran sangat besar, ikan pari manta ini sampai diangkut oleh 15 orang, ukurannya sekitar 5 meter.

Lebih lanjut Muchlisin mengungkapkan, ikan pari tersebut telah diangkut oleh nelayan setempat ke TPI (tempat pelelangan ikan) yang ada di Brondong.

Diduga Ritual Buang Sial, Ikan Pari Ditemukan di Sungai Brantas Tulungagung, WWI: Membahayakan

Ikan pari manta raksasa yang tersangkut jaring nelayan sudah dalam kondisi mati saat dievakuasi nelayan Paciran Lamongan, Sabtu (23/7/2022)
Ikan pari manta raksasa yang tersangkut jaring nelayan sudah dalam kondisi mati saat dievakuasi nelayan Paciran Lamongan, Sabtu (23/7/2022) (TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI)

"Ikan pari itu sudah dibawa ke TPI Brondong, diangkut menggunakan pick up oleh para  nelayan," katanya.

Terpisah, Staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Muhammad Dikyah Fadillah menyampaikan bahwa ikan pari yang tersangkut jaring nelayan itu termasuk ikan pari manta yang dilindungi.

"Iya mas, itu pari manta. Pari manta sudah dilindungi," ujarnya.

Dikyah menjelaskan bahwa ikan pari manta ini dilindungi berdasarkan Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 4/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta.

Ada dua jenis pari manta, yakni manta karang (Manta alfredi) dan pari manta oseanik (Manta birostris). Keduanya ditetapkan berdasarkan pada kriteria jenis ikan yang dilindungi seperti diatur dalam PP No. 60/2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.

Menurutnya, populasinya rawan terancam punah, masuk kategori biota langka, dan daerah penyebarannya pun terbatas (endemik).

"Ikan pari manta tingkat kemampuan reproduksinya juga rendah," ungkapnya.

Menanggapi fenomena pari manta yang mati hingga tersangkut jaring nelayan ini, Dikyah menyatakan jika pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti penyebab matinya ikan pari manta ini.

Ia juga tidak mau berspekulasi tentang penyebab matinya ikan pari manta tersebut. Yang jelas itu adalah biota laut yang dilindungi.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved