Berita Gresik

Terbukti Cabuli Anak Tetangga, Nasib Warga Menganti Gresik Berakhir di Penjara hingga 13 Tahun

Pelaku pencabulan di Menganti, Gresik dihukum penjara selama 13 tahun. Simak kronologi lengkapnya

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
Tribunnews.com
Ilustrasi pencabulan di Menganti, Gresik beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Korneles Korisen (54), warga Kecamatan Menganti, Gresik, dihukum penjara selama 13 tahun dan denda Rp 15 Juta subsider 3 bulan kurungan, Rabu (3/8/2022). Hal itu akibat perbuatannya yang terbukti bersalah menyetubuhi anak di bawah umur. Modusnya, anak korban diminta menemani anak terdakwa tidur di rumahnya.

Putusan tersebut disampaikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Fitra Dewi Nasution. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 13 tahun dan denda Rp 15 Juta subsider 3 bulan kurungan terhadap terdakwa Korneles Korisen," kata Fitra Dewi Nasution, dalam sidang secara online.

Putusan tersebut sesuai tuntunan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Indah Rahmawati. Terdakwa Korneles Korisen dituntut hukuman penjara selama 13 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hal - hal yang menjadi pertimbangan jaksa menuntut hukum berat yaitu perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam perlindungan anak. Perbuatan terdakwa merusak masa depan anak, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan terdakwa berbelit-belit dalam persidangan. Sedangkan pertimbangan yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum.

Baca juga: Buntut Kasus Guru Cabul, Massa Aksi Bawa Keranda Mayat Desak Kadis Pendidikan Kota Kediri Dicopot

"Menurut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik mengadili terdakwa Korneles Korisen menjatuhkan pidana selama tiga belas tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 Juta subsider tiga bulan kurungan," kata Jaksa Indah Rahmawati.

Dari perbuatan dugaan asusila tersebut, barang bukti berupa sebuah celana dalam, potongan dres motif bunga dan potongan minister dikembalikan ke anak korban.

Atas tuntutan hukuman berat tersebut Penasihat Hukum YLBH Fajar Trilaksana yaitu Rudi Suprayitno mengatakan, keberatan. Pertimbangannya, perbuatan terdakwa koperatif dalam persidangan, terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Terhadap putusan hakim. Kami perlu sampaikan ke keluarga terdakwa. Sebab, terdakwa juga punya anak yang membutuhkan perhatian orang tuanya," kata Rudi.

Diketahui, perbuatan terdakwa terjadi Agustus 2021 di rumah terdakwa Desa Gadingwatu Kecamatan Menganti Gresik. Saat itu, istri terdakwa meninggal dunia. Kemudian, meminta anak korban yang sudah usia 12 tahun untuk menemani tidur anak terdakwa yang masih usia 9 tahun.

Ternyata, saat anak korban terlelap tidur, terdakwa melakukan aksi hubungan badan layaknya suami istri. Anak korban yang masih tetangga, dijanjikan akan dijadikan istri dan diberi surat tanah, sehingga anak korban tidak melawan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved