Berita Banyuwangi

Kisah Wanita di Banyuwangi Jadi Agen BRILink Berpenghasilan Rp 20 Juta per Bulan, Pernah Dapat Motor

Kisah wanita di Banyuwangi yang jadi agen BRILink berpenghasilan Rp 20 juta per bulan sampai pernah dapat motor dari BRI.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Perempuan asal Banyuwangi, Sulistyowati (38) memiliki usaha warung makan yang terletak tepat di depan pintu masuk pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang-Gilimanuk. Ia juga merupakan agen BRILink, 2022. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Perempuan asal Banyuwangi, Sulistyowati (38) memiliki usaha warung makan yang terletak tepat di depan pintu masuk pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang-Gilimanuk. Ia juga merupakan agen BRILink.

“Saya punya rumah makan juga. Kalau untuk rumah makan kurang lebih sudah 8 tahunan. Kebetulan di depan pintu keluar penyeberangan, jadi kita bukalah agen BRILink di situ. Mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam waktu yang bersamaan,” kata Sulis.

Awal Sulis menjadi agen BRILink dimulai pada November 2020. Saat melihat ada peluang yang sangat menjanjikan di pelabuhan selain membuka warung makan, yaitu menjadi agen BRILink.

Selain lokasi warung makannya yang strategis dekat pelabuhan, juga banyak mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang melalui pelabuhan.

“Mulai jadi agen BRILink awal November 2020, ceritanya karena ASDP ada peluang penjualan tiket. Saya inisiatif sendiri. Prosesnya saya melengkapi persyaratan melalui BRILink, saya cari tahu sendiri cara menjadi agen BRILink,” ujar Sulis.

Sulis bercerita, awal mula menjadi agen BRILink ia mengalami kendala teknis yaitu kesulitan menjalankan transaksi. Kendati begitu, dia dibantu oleh karyawan BRI. Seiring berjalannya waktu, kini ia tidak menemukan kendala lagi.

“Jelas ada, awal-awal tidak bisa transaksi. Tapi akhirnya dibantu sama petugas agen BRILink. Kalau sekarang jarang sekali mengalami kesulitan,” imbuhnya.

Saat itu modal menjadi agen BRILink sebanyak Rp 50 juta, ternyata modal tersebut tidak cukup. Akhirnya, Sulis meminjam ke pihak BRI Rp 25 juta untuk tambahan modal perputaran uang penjualan tiket ASDP.

“Untuk modal kurang lebih Rp 50 jutaan, ternyata kurang. Akhirnya pinjam lagi ke BRILink Rp 25 juta. Uangnya itu digunakan untuk perputaran uang penjualan tiket,” ujarnya.

Dalam sehari ia mampu melayani 200 transaksi. Bahkan dirinya sudah masuk sebagai agen BRILink kelas jawara dengan rata-rata 4.000 transaksi per bulan penjualan tiket penyeberangan ASDP Ketapang-Gilimanuk.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved