Berita Kabupaten Madiun

Cuaca Tidak Menentu, Kasus DBD di Kabupaten Madiun Naik, Dua Pasien Meninggal Dunia

Akibat cuaca yang tidak menentu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun naik, dua pasien meninggal dunia.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Fogging yang dilakukan di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (9/8/2022). Akibat cuaca yang tidak menentu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun naik, dua pasien meninggal dunia. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, pada periode bulan Januari hingga Juli 2022, terdapat 207 kasus DBD.

Dari jumlah tersebut, dua di antaranya meninggal dunia.

Penyakit yang ditularkan nyamuk betina aedes aegypti tersebut muncul lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga nyamuk berkembang biak dengan pesat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Madiun, Anies Djaka mengatakan, sejak awal tahun hingga saat ini, setiap bulannya selalu muncul kasus DBD.

"Tiap bulan ada, karena cuaca tidak menentu, akhirnya hampir tiap bulan ada kasus DBD, tapi tetap tren paling tinggi Januari dan Februari," jelas Anies Djaka, Selasa (9/8/2022).

Tingginya kasus DBD tersebut, juga diiringi dengan naiknya keterisian pasien DBD di RSUD Caruban Madiun.

Pada periode Januari hingga Juli terdapat 289 pasien DBD dirawat, sedangkan lima di antaranya meninggal dunia. 

Jumlah pasien di RSUD Caruban tercatat lebih banyak dibandingkan data Dinas Kesehatan lantaran pasien yang dirawat tidak hanya berasal dari Kabupaten Madiun, sehingga jumlah terpaut jauh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved