Berita Kediri

Nekat Edarkan Pil Dobel L, Dua Bandar Narkoba Asal Kediri Diciduk Polisi, Sudah Jadi Target

Dua bandar narkoba asal Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri diringkus

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
shutterstock
Ilustrasi kasus narkoba di Kediri beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dua orang pria asal Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri diringkus Unit Resmob Satresnarkoba Polres Kediri.

Keduanya diduga sebagai pengedar dan bandar narkoba jenis pil dobel L. Kedua pria itu berinisial AN alias Kimpul, pekerja serabutan (23) dan FM alias Nggojin, karyawan toko mebel (24).

Kasat Resnarkoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara menjelaskan, dua terduga pelaku itu sudah masuk dalam target operasi dari Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kediri.

Setelah menerima informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba, penyelidikan yang dilakukan anggota pun berjalan selama beberapa hari. "Informasi yang diterima awal, terduga pelaku itu sempat tidak ada di rumahnya," jelasnya, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Aksi Nekat Pria Madiun Selundupkan Narkoba ke Lapas, Pelaku Gunakan Ketapel Jadi Senjata

Namun demikian, penyelidikan pun masih terus dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Kediri dengan melakukan penyisiran dan mengumpulkan sejumlah informasi.

Menurut Ridwan Sahara, sekitar pukul 07.00 WIB terduga pelaku AN alias Kimpul bin berhasil ditangkap di rumahnya. Saat itu, terduga pelaku yang bekerja serabutan itu telah menjalankan aksinya mengedarkan barang haramnya kepada temannya berinisial M.

"Juga kami temukan barang bukti pil dobel L di dalam rumahnya saat anggota kami melakukan penggeledahan," ungkap Kasat Resnarkoba.

Kepada anggota, lanjut Ridwan, terduga pelaku mengakui barang bukti pil dobel L itu didapatkan dari temannya berinisial FM sekaligus merupakan bandar atasnya.

Setelah mendapatkan petunjuk, Unit Opsnal melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan di rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Meski demikian dengan total keseluruhan, petugas hanya menemukan sebanyak 160 butir pil dobel L dikemas dalam dua plastik klip yang dimasukkan ke dalam tas kain berwarna hijau dan dua unit ponsel sebagai sarana.

Selain itu, keduanya ini sebelum ditangkap petugas diduga sudah mengedarkan barang haramnya kepada pembelinya di wilayah Kecamatan Plemahan.

Mengenai berapa butir yang sudah diedarkan oleh pelaku, tim antinarkoba masih melakukan pengembangan karena ada kemungkinan seseorang yang diduga satu jaringan.

"Yang bersangkutan bersama barang bukti kami bawa ke kantor Satresnarkoba Polres Kediri guna proses hukum lebih lanjut," tutupnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved