Berita Kabupaten Malang

Prihatin Temukan Banyak Sekolah di Malang Rusak, Sanusi Soroti Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

Prihatin temukan banyak bangunan sekolah di Malang rusak, Bupati Sanusi soroti perbaikan infrastruktur pendidikan dalam rapat raripurna.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/8/2022), Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyoroti soal peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/8/2022), Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyoroti soal peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan.

Menurut Sanusi, peningkatan sarana pendidikan akan berimplikasi pada peningkatan kualitas edukasi.

Sanusi mengaku prihatin saat menemukan banyak bangunan sekolah rusak di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon dan kecamatan lain di Kabupaten Malang.

"Peningkatan kualitas infrastruktur segera direalisasikan, ini yang kami terus membahasnya," ujar Sanusi usai rapat paripurna.

Kata Sanusi, secara penganggaran bisa dicarikan solusi hingga perbaikan fasilitas pendidikan dilakukan. Terkait jumlah sasaran sekolah yang akan dilakukan perbaikan, Sanusi mengaku pihaknya masih melakukan pendataan.

"Secara penganggaran melalui PAK (perubahan anggaran keuangan). Jika memang ada sisa dan memungkinkan bisa kami anggarkan melalui PAK. Nanti itu khusus untuk ruang kelas yang belum mendapat (perbaikan) dari DAK (dana alokasi khusus)," ujar Sanusi.

Sementara itu, Sanusi juga berencana untuk melakukan merger atau menggabung sejumlah sekolah.

Sekolah yang akan digabung adalah yang memiliki peserta didik yang relatif minim. Yakni di bawah 60 siswa.

Menurut Sanusi, urgensi dilakukannya merger tersebut agar aktivitas belajar lebih efektif. Jika murid sedikit, Sanusi menilai pengajaran tidak bisa efektif.

"Kami menemukan ada sekolah di Kabupaten Malang yang siswanya cuma 3 orang. Rencananya yang muridnya sedikit akan kita merger. Agar nanti setiap kelas muridnya bisa ideal," jelas Sanusi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi mengaku berupaya mengoptimalkan anggaran untuk alokasi peningkatan kualitas pendidikan.

"Kami mengharapkan agar perencanaan yang dilakukan masing-masing perangkat daerah supaya lebih akurat, sehingga dengan sisa waktu tahun 2022 dapat terealisasi. Sehingga tidak menyebabkan SILPA yang tinggi pada akhir 2022,"  tutup Darmadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved