Berita Malang

Hadapi Fenomena Anomali Cuaca saat Kemarau, Masyarakat di Kabupaten Malang Diminta Waspada

Dalam dua hari terakhir, angin puting beliung menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Terbaru angin kencang disertai hujan deras menerjang wil

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
BPBD Kabupaten Malang
Suasana kerusakan pasca angin puting beliung menerjang di Kabupaten Malang, tepatnya di wilayah Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (14/8/2022). Oleh sebab itu BPBD meminta masyarakat antisipasi dampak anomali cuaca saat kemarau 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Ewin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG.COM - Dalam dua hari terakhir, angin puting beliung menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Untuk itu masyarakat diminta waspada dampak anomali cuaca saat kemarau.

Terbaru angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Wagir pada Minggu (14/8/2022).

"Di Kecamatan Wagir terjadi di Desa Jedong sedangkan di Kecamatan Sumberpucung terjadi di sekitar wilayah Karangkates," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan ketika dikonfirmasi.

Sadono melaporkan jika angin puting beliung hari ini tidak terlalu menimbulkan kerusakan masif. Di Desa Jedong angin puting beliung mengakibatkan 2  rumah warga mengalami kerusakan.

"Kemudian di wilayah Karangkates sebuah pohon tumbang menutupi jalan. Sudah kami lakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi kejadian," beber Sadono.

Baca juga: Berteduh di Ruang Kelas saat Puting Beliung, Dua Santriwati di Kota Malang Tertimpa Tembok Ambruk

Di sisi lain, Sadono menuturkan kerusakan cukup masif akibat angin puting beliung terjadi di Desa Bonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

BPBD Kabupaten Malang mencatat sebanyak 27 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap terkena hembusan angin kencang.

"Hingga kemarin hujan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin menerjang Kabupaten Malang di musim kemarau ini. Rincian kerusakan di Desa Bonagung yakni 20 unit rumah rusak ringan dan 7 unit rumah rusak sedang," beber Sadono.

Sadono menegaskan pihaknya tengah mewaspadai anomali cuaca saat kemarau yang kerap terjadi saat ini.

"Kami terus bersiaga untuk mengantisipasi dampak anomali cuaca tersebut. Kami menghimbau warga agar juga senantiasa waspada dengan cuaca buruk dua hari terakhir ini," sebut Sadono

Baca juga: Puting Beliung Terjang Pakisaji Malang, 25 Rumah Rusak, Sebagian Besar Kena Bagian Atap

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved