Berita Madura

Tak Berizin Tapi Diduga Tetap Beroperasi, Empat Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Satpol PP

Sebanyak empat tempat karaoke di Kabupaten Pamekasan, Madura, disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Kamis (18/8/2022).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Kuswanto Ferdian
Suasana saat Satpol PP Pamekasan menyegel sejumlah tempat karaoke, Kamis (18/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sebanyak empat tempat karaoke di Kabupaten Pamekasan, Madura, disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Kamis (18/8/2022).

Penyegelan itu dilakukan saat razia gabungan bersama Damkar, TNI/Polri, dan jajaran Forkopimda Pamekasan.

Empat tempat karaoke itu ditutup lantaran diduga tidak berizin. Meski diduga tak berizin, tempat karaoke tersebut diduga tetap beroperasi.

Tempat karaoke yang disegel tersebut diantaranya, Coffee King's one, Moga Jaya Coffee di jalan Kolpajung, Coffee Halmahera Jalan Raya Pamekasan-Sumenep dan Karaoke Putri Jalan Raya Trunojoyo.

Kasatpol PP Kabupaten Pamekasan, Saiful Amin menjelaskan, disegelnya tempat karaoke tersebut lantaran melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2019, tentang penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, Perda nomor 3 tahun 2019 tentang ketertiban umum ketentraman masyarakat dan Perda nomor 18 tahun 2019 tentang penyelengaraan penanaman modal.

Kata dia, rerata tempat karaoke di Pamekasan tidak memiliki izin. "Jelas itu melanggar Perda," kata Saiful Amin kepada TribunMadura.com usia penyegelan.

Menurutnya, petugas gabungan ini menyegel karena banyak laporan terkait tempat karaoke di kota Pamekasan yang tetap beroperasi. Sehingga dinilai meresahkan masyarakat.

Penuturan Saiful, bila tempat karaoke ini telah menemui persyaratan izin, maka bisa dibuka kembali.

"Tempat karaoke ini kan tidak punya izin maka kami tutup sementara sampai izin persyaratannya sudah dipenuhi," tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Moga Jaya Coffee, Abd Rasid mengatakan, pada tahun 2019 lalu, untuk perizinan usaha cafe tidak mengeluarkan dan tempat karaoke lainnya tetap beroperasi.

Sehingga dirinya juga ikut membuka tempat bisnis karaokenya hingga saat ini.

"Memang untuk karaoke pada tahun 2019 untuk perizinan tidak mengeluarkan, jadi kami ngikut saja," kata Abd Rasid.

Pihaknya meminta kepada Pemkab Pamekasan agar tidak tebang pilih dalam melakukan penutupan tempat karaoke di Kota Pamekasan yang dinilai tidak berizin dan meresahkan masyarakat.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved