Berita Nganjuk

Masa Penahanan Mantan Kades Kemaduh yang Tersandung Dugaan Korupsi Diperpanjang Kejari Nganjuk

Masa penahanan mantan Kades Kemaduh yang tersandung kasus dugaan korupsi aset dan pengelolaan keuangan desa diperpanjang Kejari Nganjuk.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Mantan Kades Kemaduh, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, AS, saat dikawal petugas Kejari Nganjuk untuk dikirim ke Rutan Kelas IIB Nganjuk, 2022. AS terjerat kasus dugaan korupsi aset dan pengelolaan keuangan desa. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Atas permintaan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk selaku penuntut umum, masa penahanan mantan Kades Kemaduh, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, yang terjerat kasus dugaan korupsi aset dan pengelolaan keuangan desa diperpanjang.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth menjelaskan, perpanjangan masa penahanan terhadap tersangka, AS (51) Kades Kemaduh periode 2012-2018, dilakukan selama 40 hari ke depan sejak tanggal 21 Agustus 2022.

"Perpanjangan masa penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi sudah sesuai aturan karena proses penyidikan yang saat ini belum selesai," kata Nophy Tennophero Suoth didampingi Kasi Intel Kejari Nganjuk, Dicky Firmansyah dalam rilis yang diterima Tribun Jatim Network, Jumat (19/8/2022).

Dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi aset dan pengelolaan keuangan desa tersebut, dikatakan Nophy Tennophero Suoth, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang dan sebanyak 4 orang saksi ahli. Proses penyidikan tersebut saat ini masih terus berlangsung sebelum dilimpahkan ke pengadilan nantinya.

Perpanjangan masa penahanan terhadap mantan Kades Kemaduh periode 2013-2018 tersebut, ungkap Nophy Tennophero Suoth, dilakukan oleh tim jaksa penyidik dengan alasan menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sebagaimana dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP dan juga untuk mempercepat proses penyidikan yang tengah dilakukan.

"Selanjutnya, tersangka tetap dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Nganjuk dan ditahan selama 40 (empat puluh) hari ke depan sejak tanggal 21 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 29 September 2022 mendatang," tandas Nophy Tennophero Suoth.

Seperti diketahui, tersangka AS selaku mantan Kepala Desa Kemaduh disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau  Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved