Pembunuhan Brigadir J
Pantaskah Putri Candrawathi Tak Ditahan? Psikolog Saja Heran, Sakit Istri Sambo Dibahas: Main Akting
Banyak yang mempertanyakan apakah pantas Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo tak ditahan. Psikolog forensik juga menyampaikan keheranannya.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
Kendati demikian, istri mantan Kadiv Propam Polri itu kata Arman, wajib melakukan pelaporan kepada Polisi seminggu dua kali.
"Alhamdulillah penyidik mempertimbangkan hal-hal terkait kemanusiaan ya sehingga penyidik mengabulkan tetapi diminta untuk diberikan wajib lapor dua kali seminggu," ucap Arman.
Dirinya juga memastikan kalau Putri Candrawathi tidak akan kabur dari proses hukum yang sedang bergulir.
"Bu Putri sudah dicekal dan tidak mungkin kemana-mana," tukas dia.

Keputusan ini mendapat tanggapan dari psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.
Ia menyatakan kebingungannya terkait situasi Putri Candrawathi yang sebelumnya tak kunjung ditahan dengan alasan kesehatan.
Reza menjabarkan beberapa penjelasan dalam dialog Sapa Indonesia Pagi di KOMPAS TV, Kamis (1/9/2022).
Awalnya, ia menyebut proses hukum memang mengharuskan terperiksa dalam kondisi sehat.
"Jadi andaikan PC memang sungguh-sungguh sakit, sudah sepatutnya diberi kesempatan pada yang bersangkutan untuk rehat, agar lekas sembuh, sehingga bisa mengikuti proses ke tahap hukum berikutnya," kata Reza.
"Kita bicara tentang seseorang yang mengeklaim sakit, dan pada saat yang sama sedang bermasalah dengan hukum," ucapnya.
"Saya punya alasan untuk mengatakan, adakah kemungkinan orang yang bermasalah dengan hukum, termasuk PC, sedang sakit sungguhan atau sedang memainkan akting sakit?" kata Reza, dilansir TribunJatim.com dari kompas.tv.
Baca juga: Fakta yang Dilakukan Putri Candrawathi dan Kuat di Kamar, Alasan Kemarahan Pada Brigadir J Terkuak
Menurutnya, terdapat kemungkinan rekayasa berencana terhadap kondisi fisik maupun psikis, untuk mendapat manfaat atau tujuan hukum tertentu.
"Kenapa kalau Ibu PC sungguh-sungguh sakit, dia kooperatif ketika diperiksa pihak tertentu, tetapi tidak kooperatif diperiksa pihak lain, khususnya ketika diperiksa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang notabene akan memberi perlidungan kepada yang bersangkutan," kata Reza.
"Sederhana saja bagi kita untuk bernalar, kalau memang yang bersangkutan sakit, butuh pertolongan, semestinya pintu akan dibuka selapang-lapangnya untuk LPSK," ucapnya.
Bagi Reza, yang membuat publik berprasangka adalah situasi di mana PC terkesan kadang-kadang sakit, kadang-kadang tidak sakit. Sekali lagi apakah ini pura-pura sakit, atau sungguh-sungguh sakit?," katanya.
Berita tentang Pembunuhan Brigadir J lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com