Berita Gresik

Nasib Angkot di Gresik di Tengah Himpitan Transportasi Online dan Trans Jatim

Transportasi online yang kian masif ditambah adanya bus Trans Jatim membuat keberadaan angkutan umum atau angkot kian tergerus.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Kondisi angkot di Terminal Bunder, Gresik. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Transportasi online yang kian masif ditambah adanya bus Trans Jatim membuat keberadaan angkutan umum atau angkot kian tergerus. Jumlah angkot menurut data Dinas Perhubungan Gresik terus menurun.

Jumlah angkot di Gresik sebanyak 522 sudah menurun drastis. Sekarang yang masih beroperasi hanya 315. Jumlah itu paling banyak berada di pedesaan.

Rinciannya hanya 85 unit kendaraan yang beroperasi, sedangkan di wilayah pedesaan mencapai 230 unit.

"Semakin lama semakin menurun. Banyak faktor penyebab," ucap Kasi Angkutan Dishub Gresik, Anom Kusumo Laksono, Selasa (6/9/2022).

Salah satunya keberadaan transportasi online. Ditambah lagi kondisi angkot kurang terawat. Biaya perawatan tidak sebanding dengan pendapatan.

Baca juga: DPRD Surabaya Perjuangkan Nasib Sopir Angkot, Tahun ini Operasikan 36 Angkutan Feeder

"Ditambah lagi ngetemnya terlalu lama. Kalau di wilayah pedesaan masih bisa eksis karena punya pelanggan tetap masyarakat pedesaan," tambahnya.

Salah satu pengendara adalah Tommy. Warga Manyar itu sudah tidak lagi memanfaatkan angkot saat bekerja. Dia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online. Pria berusia 29 tahun ini ingin pemerintah mensubsidi dan meremajakan kembali angkot.

"Biar tidak punah, harganya harus disubsidi pemerintah. Kasihan karena kalah bersaing dengan transportasi online yang ada sekarang," ucapnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved