Breaking News:

Berita Malang

Pria di Malang Tanam Ganja di Lereng Pegunungan Semeru untuk Pengobatan, Berujung Ditangkap Polisi

PR (58) warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang mengaku menanam ganja di lahan seluas 1 hektar

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
PR diduga sebagai penanam ganja PR saat dipaparkan dalam rilis di Polres Malang, Senin (6/9/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - PR (58) warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang mengaku menanam ganja di lahan seluas 1 hektar lantaran untuk memasok pembelinya guna keperluan pengobatan stroke.

PR menjelaskan dirinya ganja menanam karena disuruh oleh tetangganya berinisial KSN (45). Pria yang sudah tertangkap oleh Satresnarkoba Polres Malang. KSN menyuruh PR menanam ganja di sebuah lahan yang terletak di Kecamatan Wajak.

"Saya juga dikasih benihnya olehnya terus kami tanam. Kata dia (KSN) tanaman ini akan digunakan untuk pengobatan penyakit stroke yang diderita ibunya. Diseduh daunya lalu diminum," ujar PR saat dipaparkan dalam rilis di Polres Malang, Senin (6/9/2022).

PR menyatakan jika dirinya tak tahu betul menanam ganja merupakan tindakan melawan hukum. PR ketahuan menanam 109 pohon ganja yang sekarang sudah besar dan 90 benih ganja yang ditanam dalam plastik polybag.

Sedangkan dari tersangka KSN disita 1 poket ganja dalam bungkus plastik seberat 441 gram, 27 buah batang tanaman ganja di bungkus kantong kresek, dan 1 buah kantong kresek berisi 248 ranting tanaman ganja.

Di sisi lain, Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat menerangkan jika lahan seluas 1 hektar yang sebagian ditanami ganja oleh pelaku berada di lereng Gunung Semeru wilayah Kecamatan Wajak.

Baca juga: Taktik Busuk Pria di Malang Akali Kejahatannya Terkait Narkoba, Campur Ganja dengan Rokok

Ratusan pohon ganja ditanam di area curam yang dikelilingi oleh tebing.

"Hanya saja, saat dilakukan penyelidikan tanaman ganja itu sudah dimusnahkan oleh tersangka, tinggal tersisa batang dan akarnya. Selama ini dengan medan yang curam inilah lokasi tanaman ganja itu sulit untuk diketahui selama ini," ungkap Ferli.

Ferli menerangkan penangkapan tersangka KSN dan PR berawal dari penangkapan pengedar narkoba berinisial MLD (44) warga Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Berawal dari penangkapan MLD, polisi menyita barang bukti poket sabu seberat 3,02 gram, dan 8 poket ganja seberat 211,04 gram yang sudah siap edar.

"Atas perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 6 hingga 20 tahun penjara," tutup Ferli.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved