Berita Probolinggo

Tingkatkan Kapasitas Petani, Pemkot Probolinggo Kenalkan Pengembangan Jejaring dan Kemitraan Usaha

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo menggelar Fasilitasi Pengembangan Jejaring dan Kemitraan Usaha Kelompok Tani.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/danendra kusuma
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin saat menghadiri kegiatan Fasilitasi Pengembangan Jejaring dan Kemitraan Usaha Kelompok Tani, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo menggelar Fasilitasi Pengembangan Jejaring dan Kemitraan Usaha Kelompok Tani. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam membangun jejaring usaha baik antar petani maupun mitra usaha dan pengusaha. 

Acara ini diikuti 250 peserta dari kelompok tani yang ada di Kota Probolinggo. 

"Inilah bentuk kehadiran pemerintah untuk mendengarkan dan mendukung apa yang menjadi harapan dari masyarakat. Manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini, apabila ada masukan-masukan segera sampaikan apa yang menjadi kendala agar kedepan pemerintah bisa memperhatikan," kata Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Selasa (6/9/2022). 

Habib Hadi menambahkan di tahun 2023 mendatang, 4.000 petani akan diberikan BPJS Ketenagakerjaan. 

Hal tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi para petani maupun keluarganya. 

"Manfaat yang bisa dirasakan ketika pencari nafkah ini mendapat musibah dan meninggal dunia maka keluarga yang ditinggalkan akan menerima santunan. Santunan yang diberikan sebesar 176 juta, sehingga nantinya keluarga tersebut tetap dapat melanjutkan hidup," terangnya. 

Kepala DPKPP Aries Santoso menyebut beberapa kelompok tani masih ada yang tidak melakukan restrukturisasi kelembagaannya.

Sehingga DPKPP memfasilitasi bantuan berupa badan hukum kelembagaan dengan harapan nantinya operasional kelembagaan kelompok tani menjadi legal.

"Momen kegiatan ini bagaimana bisa mempola antar kelompok tani atau gabungan kelompok tani untuk melakukan jejaring. Mungkin dengan pola zonasi, seperti kelompok tani dengan budidaya tertentu, dari sini kami akan melakukan kemitraan, bisa antar kelompok tani atau dengan badan usaha yang lain," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved