Atasi Fenomena Flexing, IOH dan CGV Luncurkan Program Literasi Digital Save Our Socmed 2022

Atasi fenomena flexing yang 'menyerang' anak muda, IOH dan CGV luncurkan Program Literasi Digital Save Our Socmed 2022 melalui kompetisi film pendek.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama CGV meresmikan program literasi digital Save Our Socmed (S.O.S) melalui kompetisi film pendek, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama CGV resmi menghadirkan program literasi digital Save Our Socmed (S.O.S) melalui kompetisi film pendek.

Director and Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengatakan, program ini ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, dan umum dengan total hadiah Rp 100 juta.

S.O.S. disertai dengan pelatihan pembuatan film gratis di bioskop-bioskop CGV di 10 kota di Indonesia, untuk para pendaftar.

Acara dengan tema “Waspada Flex Culture, Stay Humble!” ini diinisiasi untuk menanggapi fenomena flexing, yakni banyak anak-anak Gen-Z kerap memamerkan kekayaan dan menyombongkan diri di media sosial, yang memberi dampak negatif.

Terlebih, flexing juga bahaya karena menyebabkan rasa fear of missing out (FOMO), kurang percaya diri, merusak mental pribadi, dan mempengaruhi produktivitas.

Baca juga: Arti Flexing Kata yang Jadi Trend di Tahun 2022, Banyak Digunakan Caption di Instagram dan Twitter

"Lewat S.O.S, kami (IOH) berharap bisa menginspirasi anak muda Indonesia agar menggunakan internet untuk hal-hal produktif, kreatif, dan positif," ungkap Muhammad Buldansyah, Rabu (7/9/2022).

Dia mengatakan, program ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia. 

"Pada intinya, lewat program ini, kami ingin memberikan keterampilan digital dan mengajak anak muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana meningkatkan kreativitas dengan membuat konten positif dan bukan yang negatif. Sehingga, anak muda yang jadi pengguna terbesar internet bisa memamerkan kreativitas mereka alih-alih terbawa flex culture," tutupnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved