Berita Malang

Harga BBM Melonjak, Dishub Kota Malang Sebut Tarif Angkot Belum Naik

Tarif angkutan kota (angkot) atau mikrolet di Kota Malang belum mengalami kenaikan meski harga BBM naik. Saat ini, tarif mikrolet di Kota Malang masih

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO
Busri (52) salah satu sopir angkutan umum (Angkot) trayek ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari) menunggu penumpang di depan Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, Minggu (4/9/2022). Menyusul harga BBM naik, Dishub Kota Malang menyebut tarif angkot belum naik 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tarif angkutan kota (angkot) atau mikrolet di Kota Malang belum mengalami kenaikan meski harga BBM naik. Saat ini, tarif mikrolet di Kota Malang masih Rp 3.500 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar. 

Hal tersebut disampaikan oleh plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto saat ditanya terkait dengan tarif angkot di Kota Malang pasca kenaikan harga BBM bersubsidi ini.

"Sampai saat ini tarif angkot belum naik. Tarifnya tetap sama dan belum ada kenaikan secara resmi," ucapnya kepada Surya Rabu (7/9/2022).

Handi mengatakan, bahwa untuk menaikkan tarif angkutan umum ini perlu dibahas secara menyeluruh dengan melihat sejumlah indikatornya.

Beberapa indikatornya antara lain ialah kenaikan harga BBM, angka inflasi, biaya perawatan kendaraan, suku cadang dan lain sebaginya.

Untuk itu, perlu dilakukan kajian dan pertemuan dengan para sopir angkot di Kota Malang untuk membahas tarif angkutan ini.

Baca juga: Jasa Travel di Tuban Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Harga BBM, Konsumen Pilih Batal saat Tarif Naik

Dishub Kota Malang juga akan melihat dampak dari kenaikan BBM bersubsidi ini dalam satu sampai dua pekan ke depan.

"Ini kan masih baru ya. Jadi kami perlu melihat satu hingga dua minggu ini,"

"Karena indikator untuk menaikkan tarif angkot ini banyak, salah satunya ya kenaikan harga BBM ini," ujarnya.

Meski secara resmi belum menaikkan tarif angkutan umum di Kota Malang, Handi juga telah mendapatkan laporan terkait adanya sopir angkot yang menaikkan tarif pasca naiknya harga BBM bersubsidi.

Dia meminta kepada seluruh sopir angkot agar tetap memakai tarif yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Hari pertama kenaikan itu mereka (sopir) langsung menyatakan ingin menaikkan tarif. Tapi kita harus berhitung dulu dan merapatkan dengan organda walaupun harus naik berapa persen kenaikannya," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved