Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Tuban

Jasa Travel di Tuban Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Harga BBM, Konsumen Pilih Batal saat Tarif Naik

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022), berdampak pada jasa travel.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ M Sudarsono
ILUSTRASI - mobil travel sedang berhenti di jalur pantura Jatim-jateng, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Selasa (3/5/2022) dampak kenaikan BBM mulai dirasakan jasa travel di Tuban. Bahkan beberapa konsumen pilih batal saat tarif naik 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022), berdampak pada jasa travel. 

Kini jasa travel di Kabupaten Tuban, juga merasakan dampak kenaikan harga BBM tersebut. 

Owner Syauqi Trans, Budianto, mengatakan akibat kenaikan harga BBM oleh pemerintah, iapun harus melakukan penyesuaian biaya perjalanan. 

Sebab, jika tidak ikut menyesuaikan dengan kenaikan bahan bakar maka akan merugi. 

"Ya sekarang biaya perjalanan juga ikut naik karena BBM naik, kita mengikuti saja," ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/9/2022). 

Baca juga: Segini Tarif Bus Ekonomi Blitar-Surabaya di Terminal Patria Pasca Kenaikan Harga BBM

Pria asal Kecamatan Palang itu menjelaskan, biaya perjalanan travel miliknya kini naik 20 persen dari tarif umum. 

Jika biasanya sebelum BBM naik bus medium perjalanan dari Tuban ke Malang Rp 3,5 juta, kini naik menjadi Rp 4,3 juta. 

"Naik 20 persenan, ini menyesuaikan kenaikan BBM," ungkapnya. 

Disinggung soal dampak, pengusaha muda itupun tak menampik. 

Beberapa konsumen yang sudah pesan ada yang membatalkan, karena pesannya sebelum BBM naik dan saat BBM naik biaya perjalanan berubah. 

"Ada yang membatalkan sehingga menyebabkan penurunan, kalau untuk prosentase belum diketahui karena baru beberapa hari. Ada yang lanjut juga meski biaya naik," pungkasnya. 

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik, Pengusaha Pasir di Lumajang Bersiap Pasang Tarif Baru: Masih Wait and See

Sementara itu dari sektor lain, Ketua DPC Organda Tuban, M. Ihsan hadi, menyatakan jika pihaknya masih mengkaji penyesuaian tarif setelah BBM dinaikkan. 

Ia pun membeberkan tarif angkutan lama sesuai perbup tahun 2015.

Untuk angkota umum Rp 4 ribu, angdes Tuban-Bulu Rp 10 ribu, angdes Tuban-Kerek-Montong Rp 5-7 ribu, angdes Tuban-Paciran Rp 10-12 ribu, dan Tuban-Rengel Rp 10 ribu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved