Berita Gresik

Uniknya Tradisi Kawinkan Tumpeng di Desa Pandanan Gresik, Sebagai Bentuk Syukur Hasil Bumi

Tumpeng raksasa setinggi kurang lebih 4 meter dikawinkan dengan tumpeng lainnya. Ini sebagai bentuk syukur terhadap hasil bumi

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Hanoman membawa tumpeng raksasa di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tumpeng raksasa setinggi kurang lebih 4 meter dikawinkan dengan tumpeng lainnya. Ini sebagai bentuk syukur terhadap hasil bumi dan tambak yang ada di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Dua tumpeng raksasa memeriahkan tradisi sedekah bumi. Tumpeng raksasa setinggi 3 meter itu dijaga ketat oleh Hanoman. Tokoh pewayangan dalam tradisi Jawa kuno.

Empat orang yang berkostum Hanoman menjaga tumpeng. Tumpeng lanang adalah tumpeng yang terdiri dari ikan-ikanan hasil panen tambak. Tumpeng itu kemudian dikawinkan dengan tumpeng perempuan yang terbuat dari hasil bumi. Seperti, tomat, kangkung, gubus, hingga singkong.

Dua tumpeng raksasa namun berbeda isinya itu, kemudian diarak bersama-sama oleh warga. Sesampai di depan desa, arakan tumpeng raksasa itu lalu direbutkan oleh ratusan orang.

Selain itu, Kepala Desa Pandanan Suryadi juga melakukan tradisi sawuran. Uang sebanyak Rp 10 juta melakukan sawuran kepada masyarakat Desa Pandanan.

Masyarakat desa Pandanan selain petani juga petambak. Dua tumpeng raksasa itu sebagai simbol wujud syukur.

"Mengkawinkan tumpeng sebagai wujud syukur dan menunjukkan warga kami memiliki penghasilan bumi dan tambak," kata Suryadi, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Hadiri Sedekah Bumi Kampung Gadel, Wali Kota Surabaya Sebut Budaya Arek Masih Kuat

Disinggung mengenai hanoman yang mengenakan pakaian warna warni merupakan simbol penolong. Hanoman membawa tumpeng menjunjung tinggi gotong royong.

"Hanoman warna warni sang penolong tidak membedakan yang penting guyub rukun. Lalu ada sawuran uang merupakan simbol sodaqoh sawur-sawur tidak ada kaya miskin semua sama," imbuhnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved