Berita Malang

Cegah Peredaran Narkoba di Mahasiswa, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Akan Sosialisasi ke Kampus

Sebagai upaya menumpas kejahatan dan antisipasi peredaran narkotika di wilayah kampus, Satresnarkoba Polresta Malang Kota bersiap menjajaki kampus den

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
shutterstock
Ilustrasi narkoba. Sebagai upaya mencegah peredaran narkoba di kalangan mahasiswa, Satresnarkoba Polresta Malang Kota akan sosialisasi ke kampus 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai upaya menumpas kejahatan dan antisipasi peredaran narkotika di wilayah kampus, Satresnarkoba Polresta Malang Kota bersiap menjajaki kampus dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan.

Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya kerawanan, karena banyaknya jumlah mahasiswa yang ada di Kota Malang. Karena berdasarkan data yang ada, peredaran narkotika ini tidak memandang usia dan status pekerjaan.

Kasatresnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Dodi Pratama mengatakan, pihaknya siap menggandeng BNN Kota Malang dalam upaya tersebut. Hal itu sekaligus untuk memberikan wawasan, terkait upaya rehabilitasi dan pencegahan.

"Nanti dari BNN Kota Malang juga akan kami libatkan. Dan biasanya memang sudah ada dokter khusus, sehingga bisa memberikan wawasan terkait gejala, efek dan bahaya narkotika," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (11/9/2022).

Dirinya juga mengatakan, dari hasil penindakan selama ini, pelaku baik penyalahguna, kurir hingga pengedar masih di usia produktif. Untuk rentang usianya, masih di kisaran 20-35 tahun.

"Selain itu, kami juga akan menggandeng komunitas serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus, untuk bisa membantu menyebarkan materi sosialisasi," tambahnya.

Dirinya juga mengungkapkan, dalam upaya pencegahan ini, ia berharap bisa menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa.

Selain itu juga mendorong, agar tidak sampai ada hasrat untuk mencoba barang haram tersebut.

"Kami berharap mahasiswa jangan sampai terkontaminasi, serta tergiur dengan hasutan seseorang yang menawarkan barang tersebut. Karena selain masalah kesehatan, karier di masa depan juga terancam," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved