Berita Kediri

Siswa Peserta ANBK Tingkat SMP di Kota Blitar Dipilih Secara Acak oleh Kemendikbud 

Siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP di Kota Blitar dipilih secara acak oleh Kemendikbud dan Ristek. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Para siswa SMPN 1 Kota Blitar mengikuti gladi bersih pelaksanaan ANBK, Rabu (14/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP di Kota Blitar dipilih secara acak oleh Kemendikbud dan Ristek. 

Tiap sekolah hanya dipilih beberapa siswa berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) untuk mengikuti ANBK. 

Seperti yang terlihat saat gladi bersih pelaksanaan ANBK di SMPN 1 Kota Blitar, Rabu (14/9/2022). 

Dari 228 siswa kelas 8 SMPN 1 Kota Blitar, hanya ada 50 siswa yang dipilih mengikuti gladi bersih ANBK. 

Data 50 siswa SMPN 1 Kota Blitar peserta ANBK itu dipilih secara acak oleh Kemendikbud dan Ristek. 

"Data siswa peserta ANBK langsung dari Kemendikbud. Data diambil secara acak dari dapodik. Kami tidak tahu, tidak mendaftarkan, dan tidak memilih. Data langsung turun 45 peserta dan lima peserta cadangan," kata Kepala SMPN 1 Kota Blitar, Juli Setyanto. 

Baca juga: Perjuangan Siswa SD di Kota Blitar Ikuti ANBK, Terkedala Fasilitas hingga Menumpang di SMP

Juli mengatakan peserta dipilih secara acak karena tujuan ANBK memang untuk menilai satuan pendidikan bukan menilai peserta didik secara personal. 

Pelaksanaan ANBK untuk mengetahui proses pembelajaran, lingkungan belajar, metode pembelajaran, dan karakter yang berkembang di lingkungan belajar.

"Tujuannya menilai satuan pendidikan bukan menilai peserta didik secara personal. Makanya pesertanya dipilih secara random," ujarnya. 

Ia menjelaskan, ada empat aspek yang dinilai dalam ANBK. Pertama soal literasi untuk mengetahui tingkat baca siswa, lalu numerasi yang berkaitan dengan hitungan, berikutnya komponen survei lingkungan belajar, dan terakhir karakter lingkungan belajar. 

"Karakter lingkungan belajar ini untuk mengetahui sikap yang berkembang di sekolah, misalnya, adakah bullying, kekerasan seksual, dan tindakan intoleransi di sekolah," katanya.

Seperti diketahui, para siswa kelas 8 SMP di Kota Blitar mengikuti gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Rabu (14/9/2022). 

Gladi bersih ini untuk memastikan persiapan siswa dan sarana prasarana di sekolah menjelang pelaksanaan ANBK pada 19-22 September 2022. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved