Berita Lumajang

Nasib Anang Ada di Tangan Partai Setelah Pilih Mundur Jadi Ketua DPRD Lumajang

Keinginan Anang Ahmad Syaifuddin mundur dari Ketua DPRD Lumajang untuk menebus keliru membaca Pancasila memang cukup kuat.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Ketua DPRD Lumajang Anang Ahmad Syaifuddin saat hadiri podcast di kantor Harian Surya dan tribun Jatim Network 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Keinginan Anang Ahmad Syaifuddin mundur dari Ketua DPRD Lumajang untuk menebus keliru membaca Pancasila memang cukup kuat.

Akan tetapi di sisi lain dukungan masyarakat menahan Anang mundur juga lumayan deras. Nasibnya kini berada di tangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Partai politik Anang perlu berhati-hati untuk menentukan keputusan persoalan ini. Apabila salah langkah, ancamannya elektabilitas PKB atau sosok Anang yang menjadi taruhannya.

Sebab, jika tidak jadi mengundurkan diri, kelompok masyarakat yang kontra akan berspekulasi tindakan Anang beberapa hari lalu hanya sebuah gimmick semata.

Jika itu terjadi, akibatnya bisa fatal. PKB yang selama beberapa periode terakhir menjadi pemenang bisa jadi terpuruk dalam konstelasi politik 2024 mendatang.

Akan tetapi, Partai PKB juga perlu menganalisa kondisi geopolitik dan sosiopolitik di wilayah Lumajang.

Baca juga: 3 Nama Mencuat Gantikan Jabatan Ketua DPRD Lumajang yang Mundur usai Tak Hafal Pancasila

Jumat (16/9), Kepala Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan sekitarisnya, Anik Maslachah  mengadakan pertemuan bersama Anang  di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jombang.

Anang saat itu diberikan kesempatan untuk melakukan tabayyun atas kejadian salah melafalkan Pancasila. Anang menjelaskan penyebab salah menyebut sila keempat karena hari itu kondisinya kurang fit saat menemui massa demonstran.

Kepala DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan, Anang telah cukup objektif melaporkan semua respon negatif maupun positif mengamati persoalan ini.

Anang yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Lumajang mengusulkan agar DPW PKB Jatim menyetujui keputusannya menanggalkan kursi ketua lembaga legislatif. Alasannya, sekecil apapun kesalahan kader harus bertanggung jawab dengan konsekuensinya.

Halim mengapresiasi usulan Anang. Menurutnya itu sikap yang bagus sebagai kader. Laporan dan usulan Anang nantinya akan dijadikan bahan DPW PKB Jatim mengusulkan rekomendasi solusi terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

"Telaah masalahnya bisa sama, bisa tidak. Beda level, beda perspektif. Sahabat Anang berfikir Lumajang karena memang itu wilayahnya. Saya berfikir Provinsi Jawa Timur. Ketua DPP pasti berfikir dampak nasional," kata Halim.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan juga cukup mengaku bangga dengan cara Anang menebus kesalahan.

Menurutnya, akan ada banyak pertimbangan untuk menyelesaikan prahara ini. "Saya salut. Untuk keputusannya, sedang kami bahas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved