Berita Jember

Punya Utang Proyek Wastafel, Pemkab Jember Tak Bisa Bayar Lunas, Hanya Bayar Rp 1,5 M dari Rp 13 M

Pemerintah Kabupaten Jember diperkirakan tidak membayar lunas utang rekanan pengadaan tempat cuci tangan (wastafel) tahun 2020.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
tribunnews.com
ILUSTRASI Uang. Pemkab Jember punya utang wastafel 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember diperkirakan tidak membayar lunas utang rekanan pengadaan tempat cuci tangan (wastafel) tahun 2020.

Utang yang mampu dibayarkan hanya Rp 1,5 miliar dari keseluruhan utang mencapai Rp 13 miliar.

Utang Rp 13 miliar itu kepada 14 orang rekanan. Hal ini berdasarkan keputusan dari hakim Pengadilan Negeri Jember yang telah menyidangkan gugatan dari 14 orang rekanan tersebut.

Dalam putusan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap, hakim menyuruh Pemkab Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember membayar Rp 13 miliar kepada 14 orang rekanan. Angka tersebut untuk proyek wastafel di tahun 2020.

Wastafel itu dipasang di sejumlah lembaga pendidikan di masa pandemi Covid-19 di era kepemimpinan Bupati Jember Faida.

Namun hingga tahun 2021, dan terus berpindah ke kepimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto, rekanan belum mendapatkan bayaran atas pekerjaan itu. Akhirnya beberapa waktu lalu, sejumlah rekanan melakukan gugatan hukum melalui PN Jember.

Pemkab Jember berupaya memenuhi putusan hakim tersebut melalui Perubahan APBD Jember tahun 2022 ini. Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas PLafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Jember tahun 2022 sudah disepakati dalam rapat paripurna DPRD Jember, Jumat (16/9/2022) malam.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menuturkan, memang ada sejumlah penyesuaian dan pergeseran anggaran di P-APBD 2022. Termasuk untuk pembayaran utang kepada rekanan wastafel.

Baca juga: Kreatif, Siswi SMP di Banyuwangi Buat Wastafel Sensor dari Bahan Daur Ulang

"Memang ada beberapa anggaran yang dipangkas, salah satunya Belanja Tidak Terduga," ujar Halim, Sabtu (17/9/2022).

Anggaran BTT di APBD awal sebesar Rp 40 miliar. Setelah Perubahan, ada pemangkasan menjadi Rp 4 miliar. Dari angka Rp 4 miliar itu, ada untuk pembayaran utang kepada rekanan wastafel. Namun jumlahnya hanya mencapai Rp 1,5 miliar.

Karenanya, Halim meminta pengertian dari para rekanan wastafel tersebut. Sisa pembayaran utang bakal dilakukan pada anggaran tahun mendatang.


Informassi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved