Berita Batu

Pencemaran Bikin Kualitas Air di Kota Batu Memburuk, Pemkkot: Ada Temuan Logam dan Mikroplastik

Pencemaran air di Kota Batu telah membuat indeks kualitas air Kota Batu memburuk.

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Pemandangan Kota Batu yang asri dan alami, namun kondisi kualitas airnya memburuk. Perlu upaya untuk memperbaiki kualitas air di Kota Batu karena berada di hulu sungai. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pencemaran air di Kota Batu telah membuat indeks kualitas air Kota Batu memburuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Aris Setiawan menyebutkan, indeks kualitas air di Kota Batu mencapai 53 persen. Kondisi tersebut cukup mencemaskan karena air berperan penting dalam kebutuhan hidup sehari-hari.

Apalagi, Kota Batu merupakan daerah aliran sungai (DAS) Brantas. Air dari Kota Batu banyak digunakan untuk kebutuhan air minum, irigasi pertanian dan perikanan masyarakat Jawa Timur. Aris menyatakan, temuan indeks kualitas air tersebut melalui uji laboratorium selama enam bulan sekali di 18 titik pantau.

"Ada temuan logam berat dan mikroplastik," ungkapnya.

Buruknya indeks kualitas air itu lantaran masyarakat membuang sampah dan limbah rumah tangga langsung ke sungai. Limbah pupuk kimia pertanian pun menyumbang pencemaran air. Selain itu ada temuan kebocoran akibat instalasi pengolah limbah perhotelan yang buruk sehingga mencemari lingkungan.

"Hotel menyumbang buruknya indeks kualitas air dan tanah," ujarnya.

Selama pemantauan IPAL perhotelan, lanjutnya, petugas menemukan 18 pengelola hotel melanggar aturan. Mereka kedapatan membuang limbahnya langsung ke sungai.

Baca juga: Percantik Pintu Masuk, DLH Akan Bangun Dua Air Mancur Baru di Alun-alun Tulungagung

"18 hotel kedapatan membuang limbah ke sungai. Ada kebocoran instalasi pengolah limbah sehingga kami menjatuhi sanksi administratif. Bila membandel, kita naikkan ke penegakan hukum. Kita sanksi dan kasih waktu 3 bulan untuk upaya perbaikan instalasi," ucapnya.

Kendati indeks kualitas air buruk, akan tetapi indeks kualitas udara dan tanah cukup bagus. Pengukuran indeks kualitas udara 83,33 persen dan 75 % indeks kualitas tanah. Total Indeks kualitas lingkungan hidup meliputi udara, tanah dan air mencapai 70,23 % . Kualitas lingkungan itu dinilai bagus secara keseluruhan.

Sejauh ini, Pemkot Batu terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan menanam pohon dan tata kelola persampahan dari hulu sampai hilir. Selain itu, Pemkot mendorong kampung proiklim seperti Kelurahan Dadaprejo sebagai kampung proiklim percontohan nasional.

Di kampung itu ada ruang terbuka hijau, tiap rumah menanam pohon, pengelolaan sampah terpadu dan melakukan mitigasi bencana.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved