Berita Tulungagung

Rayakan Milad ke-27 LMI, Ratusan Relawan Bersih-Bersih Pantai di Tulungagung

Dalam merayakan Milad ke 27 LMI kali ini sekaligus memperingati hari World Cleanup Day ( WCD ), ratusan relawan gelar bersih-bersih

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Rayakan Milad ke-27 LMI, ratusan relawan bersih-bersih pantai di Tulungagung 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dalam merayakan Milad ke 27 Lembaga Manajemen Infaq ( LMI) kali ini sekaligus memperingati hari World Cleanup Day ( WCD ) bersama 200 relawan mitra Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Tulungagung melakukan aksi bersih-bersih pantai Gerangan, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.

Ahad pagi (18/9), Kegiatan ini bagian dari peringatan world clean up day (WCD) 2022 Tulungagung, yang diinisiatori oleh Harun dari komunitas Persota Mania Tulungagung.

Presiden Direktur LMI Agung Wicaksono bersama Kapolsek Tanggunggunung AKP Kasianto, SH beserta stakeholder lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua RT dusun Wonokoyo Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Hartanto, juga senang dengan acara seperti ini. Ia pun mengungkapkan bahwa dusun Wonokoyo merupakan mitra LMI sejak 2016 hingga saat ini.

"Sampah plastik memang mengganggu hewan laut. Saya pernah melihat sendiri lumba – lumba mulutnya terlilit plastik. Saat ikan tadi medatangi kita, lalu kita tolong. Permasalahan sampah plastik di laut juga perlu menjadi perhatian, lebih lanjut Hartanto kembali mengungkapkan, sampah ini adalah sampah kiriman dari pantai sekitar selatan Tulungagung sehingga kondisi sampah lebih banyak lagi di pantai Gerangan ketika musim hujan.” Jelasnya.

Baca juga: Laznas LMI Salurkan Alquran Ke Penghafal Alquran di Nurul Fikri Entrepreneur Boarding School

Koordinator WCD Tulungagung 2022 Erik Yuris mengatakan bahwa “antusiasme peringatan tahun ini cukup tinggi setelah pandemi beberapa tahun lalu, yang berangkat dari kepedulian teman-teman terhadap masalah sampah.” katanya.

Erik juga berharap dengan dari aksi ini, kita semua relawan bisa merefleksikan kehidupan selaras dengan alam di kemudian hari. Apa yang dilakukan ini bisa menjadi kebaikan di kemudian hari.

Setelah sampah terkumpul maka ada rencana tindak lanjutnya seperti yang di jelaskan Azis Manager Program Advokasi dan Litigasi Ecoton bahwa, “relawan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 31 karung dengan berat total 151 Kg. Dapat kita ketahui bahwa sampah yang mendominasi adalah kemasan sampah plastik sekali pakai seperti: sachet, sedotan, Styrofoam, botol plastik dan kemasan mie instan.” Jelasnya.

Zahfira relawan dari LMI merupakan Mahasiswa program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sangat senang bisa ikut merayakan MILAD LMI ke 27 sekaligus ikut aksi WCDI di pantai gerangan karena selain menambah wawasan keilmuan ternyata aksi ini bukan hanya mengambil sampah saja melainkan, dalam kegiatan ini Relawan juga melakukan kegiatan brand audit atau audit merek sampah yang sudah dikumpulkan, Kegiatan ini untuk mengetahui produsen mana saja yang mencemari pantai Gerangan, Hasil dari brand audit ini sebagai tindak lanjut advokasi ke beberapa produsen yang telah mencemari Pantai ini.

Sementara itu, hasil brand audit Sampah. Koordinator sudah mengantongi data dari 5 Besar Produsen teratas yang paling banyak ditemukan kemasan prodaknya. Kelima produsen tersebut mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam, seperti yang diamanatkan dalam pasal 15 UU 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved