Hacker Bjorka
Cerita Pembuat Channel Bjorkanism saat Wajib Lapor di Polres Madiun, Sebut Ada Pemeriksaan Tambahan
Tersangka pembuat Channel Telegram 'Bjorkanism', MAH (21) memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor ke Polres Madiun pada Senin (19/9/2022) kemarin.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Sofyan Arif Candra
Channel Bjorkanism, MAH Ditemui di Rumahnya di Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Dia menceritakan soal wajib lapor
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Tersangka pembuat Channel Telegram 'Bjorkanism', MAH (21) memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor ke Polres Madiun pada Senin (19/9/2022) kemarin.
Wajib lapor tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi MAH sejak ditetapkan sebagai tersangka.
MAH kewajiban tersebut setiap Senin dan Kamis.
"Kemarin hari pertama wajib lapor. Datang ke Polres Madiun sendiri," kata MAH, Selasa (20/9/2022).
MAH sampai di Mapolres Madiun pukul 10.00 WIB.
"Wajib lapornya sebentar, tapi kemarin ada pemeriksaan tambahan, kesaksian yang kurang," jelas MAH.
Pemeriksaan tersebut berlangsung selama lebih kurang 1 jam.
Baca juga: Cerita Pemuda Madiun Soal Channel Telegramnya Dibeli Hacker Bjorka 100 Dolar: Memang Nge-Fans
"Yang memeriksa dari Mabes (Polri)," lanjutnya.
Sayangnya MAH enggan membeberkan secara detail subtansi pemeriksaan tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Danang Eko Abrianto membenarkan MAH dikenakan wajib lapor di Satreskrim Polres Madiun seminggu dua kali.
"Wajib lapornya setiap hari Senin dan Kamis pada jam kerja di Satreskrim Polres Madiun," kata Danang, Senin (19/9/2022).
Untuk lenanganan kasus peretasan dengan tersangka MAH tetap menjadi kewenangan Mabes Polri.
Sedangkan Satreskrim Polres Madiun hanya memfasilitasi tempat wajib lapor lantaran domisil tersangka berada di wilayah Polres Madiun.