Berita Tulungagung

Demi Dapat Air, Warga Tulungagung ke Sungai Sejauh 1 KM, Ada yang Jalan Kaki Sambil Ngindit Jeriken

Demi dapat air bersih, warga Pakisrejo Tulungagung harus pergi ke sungai sejauh 1 KM, ada yang jalan kaki sambil ngindit (menggendong) jeriken.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, mengisi tempat penampungan dengan air bersih bantuan Polres Tulungagung, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Saat musim kemarau, Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, selalu menjadi desa pertama yang mengalami kesulitan air bersih.

Tahun 2022 ini, seharusnya desa ini sudah lepas dari kondisi kekurangan air, setelah dibuatkan sumur bor yang tersambung dengan sistem Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPAM).

Namun ternyata terjadi kerusakan pada pompa pengisap, sehingga desa di pegunungan selatan Tulungagung ini tetap kekurangan air bersih.

"Ini tahun pertama penggunaan sumur bor itu. Tapi ternyata rusak, tidak berfungsi," ujar seorang warga Dusun Jatirejo, Desa Pakisrejo bernama Wairin (64), Rabu (21/9/2022).

Sudah satu bulan lamanya warga desa kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi.

Wairin mengaku harus pergi ke sungai sejauh satu kilometer untuk mendapatkan air.

Selain untuk mengambil air minum dan memasak, warga juga mandi di sungai ini.

"Air yang diambil khusus untuk masak dan air minum. Kalau mau mandi ya di sungai," ucapnya.

Setiap hari Wairin membutuhkan 60 liter air bersih untuk keluarganya yang berisi 5 orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved