Berita Surabaya
Nasib Maling Motor di Surabaya yang Bermodus Pesan Makanan, Tak Bakal Tenang karena Dikejar Polisi
Tim Antibandit Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya sedang mengejar dua orang komplotan maling motor bermodus penipuan pesanan makanan
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Tim Antibandit Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya sedang mengejar dua orang komplotan maling motor bermodus penipuan pesanan makanan yang beraksi di restoran olahan kuliner mi di Jalan Raya Darmo Permai I, Sonokwijenan, Sukomanunggal, Surabaya, Rabu (21/9/2022) siang.
Insiden pencurian tersebut menimpa karyawan restoran tersebut, Ananda Putra Pratama (19) warga Kelurahan Babatan, Wiyung, Surabaya.
Saat insiden kriminalitas tersebut terjadi, korban mengendarai motor Yamaha Mio bernopol L-3922-AAY milik teman sesama karyawan restoran, Dwi Kartika Sari.
Ananda diminta kedua pelaku mengantar pesanan makanan ke suatu gudang CV berlokasi di kawasan Jalan Pradah Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Dan di sanalah, motor yang dikendarai korban dipinjam salah seorang pelaku, dan tak kunjung kembali.
Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya Ipda Aman Hesta mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan kriminalitas yang dialami para korban, beberapa jam setelah kejadian.
Pihaknya telah melakukan serangkaian tahapan penyelidikan. Mulai dari menggali keterangan saksi korban, dan saksi lainnya. Termasuk, menghimpun rekaman video CCTV di lokasi kejadian.
"Betul (proses penyelidikan sedang bergulir)," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/9/2022).
Baca juga: Maling Motor di Surabaya Ditinggal Teman, Hendak Kabur Malah Ada Kereta Lewat, Akhirnya Tertangkap
Mengenai pelacakan atas pelat nomor motor Yamaha Mio sarana aksi yang dikendarai oleh para pelaku saat menuju ke restoran tersebut.
Hasta mengungkapkan, pihaknya sudah mendatangi alamat sesuai dengan profil yang tertera pada Nomor Registrasi kendaraan Bermotor (NRKB) motor tersebut.
Ternyata motor tersebut sudah dijual atau berpindah tangan dari tangan utama atau sosok profil yang tercatat dalam NRKB tersebut, sejak lima tahun lalu.
"Sempat kami datangi alamat berdasarkan Nopol motor sarana. Namun sudah dijual lima tahun lalu, kami masih upaya lidik untuk mengungkap pelakunya," pungkasnya.
Sementara itu, korban Ananda Putra Pratama berharap pelaku dapat segera ditangkap dan motor milik temannya yang sempat dipinjam dalam insiden tersebut, dapat segera kembali.
"Ya saya berharap pelaku bisa segera ditangkap dan motor itu bisa kembali," ujarnya saat ditemui awak media di restoran tempatnya bekerja, Kamis (22/9/2022).
Sejauh ingatannya terhadap sosok kedua pelaku, Ananda Putra Pratama mengatakan, saat kedua orang pelaku yang menipunya itu, memiliki rentang usia yang terpaut jauh.
Seorang pelaku yang bertindak sebagai eksekutor pencurian motor yang meminta kunci kontak kepadanya berusia kisaran 25 tahun, lebih muda dari pelaku yang bertindak sebagai joki motor sarana aksinya kisaran 45 tahun.
Keduanya mendatangi restoran tempat Ananda Putra bekerja, kemudian memesan makanan dalam jumlah banyak.
Namun sebagai pemesanan tahapan awal, keduanya hanya memesan dua paket olahan mi dari restorannya.
"Kemudian, saya pakai motor Tika. Dan saya disuruh membuntuti mereka. Ternyata, saya disuruh bonceng si pelaku," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun olehnya, Ananda menambahkan, sosok kedua pelaku, diduga juga terlibat pencurian di kawasan Surabaya lain.
"Iya ada rekaman CCTV lain di kawasan Surabaya lain. Kayaknya pelakunya sama. Semoga ketangkap," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com