Berita Kota Blitar

Jumlah Pernikahan di Kota Blitar Turun Selama Pandemi Covid-19, Kemenag Ungkap Alasannya

Jumlah pernikahan di Kota Blitar turun selama pandemi Covid-19 melanda, Kemenag ungkap alasan warga banyak yang memilih menunda pernikahan.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Pixabay
Ilustrasi pernikahan - Selama pandemi Covid-19 melanda, jumlah pernikahan di Kota Blitar menurun. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Selama pandemi Covid-19 melanda, jumlah pernikahan di Kota Blitar menurun.

Satu di antara faktor penyebabnya, masyarakat memilih menunda pernikahan, karena tidak diperbolehkan menggelar resepsi di awal-awal terjadi pandemi Covid-19.

"Jumlah peristiwa pernikahan di Kota Blitar menurun selama pandemi. Tapi, penurunannya tidak terlalu signifikan sekitar 200-300 per tahun," kata Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Blitar, Purnomo, Jumat (23/9/2022).

Purnomo mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, rata-rata jumlah pernikahan di Kota Blitar sebanyak 1.200-1.300 per tahun.

Sejak terjadi pandemi, jumlah pernikahan di Kota Blitar turun menjadi rata-rata 800-900 per tahun.

"Mayoritas masyarakat menganggap pernikahan acara sakral yang harus dirayakan dengan mengundang saudara dan teman. Ketika awal pandemi, tidak diperbolehkan menggelar resepsi pernikahan," ujarnya.

Dikatakannya, tahun ini, jumlah pernikahan di Kota Blitar mulai meningkat lagi mendekati normal seperti sebelum terjadi pandemi.

Pemerintah sudah memberikan kelonggaran kegiatan masyarakat, seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang mulai melandai.

"Mulai Juli 2022 atau Bulan Besar (Dzulhijjah), jumlah pernikahan di Kota Blitar sudah mulai meningkat lagi," katanya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Blitar

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved