Berita Ponorogo

Politisi Gerindra Bereaksi Soal Pernyataan AHY yang Sebut Jokowi Tinggal Potong Pita

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut pemerintahan Jokowi hanya sebatas gunting pita mendapatkan beragam

istimewa
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Supriyanto 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut pemerintahan Jokowi hanya sebatas gunting pita mendapatkan beragam reaksi dari masyarakat.

Tak terkecuali Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Supriyanto yang ikut mengutarakan pendapatnya terkait pernyataan AHY yang seolah membandingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jokowi.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur 7 ini, menilai dalam bentuk angka, ia memberikan nilai 7 untuk pemerintahan SBY sedangkan Jokowi ia beri nilai 8.

Ada beberapa kriteria yang mendasari penilaiannya tersebut. Yang pertama adalah karakter kepemimpinan. 

"Karekter kepemimpinan kedua-nya cukup kuat. Namun kepemimpinan Jokowi saya rasa terkesan lebih kuat," kata politisi asal Ponorogo ini, Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Rapimnas Partai Demokrat Satu Suara Dukung AHY Jadi Kontestan Pilpres 2024

Sedangkan yang kedua ia melihat kematangan dan kecepatan dalam mengambil keputusan yang dinilai Supriyanto keduanya selalu mengambil keputusan dengan matang, namun Jokowi terkesan lebih cepat di dalam membuat keputusan.

Poin ketiga, Supriyanto melihat kemampuan keduanya menghadapi problem, dan persoalan bangsa cukup berimbang. Namun Jokowi terkesan lebih lugas dan tegas.

"Lalu dalam bidang komunikasi publik. Keduanya punya komunikasi publik yang cukup baik dan matang. SBY melakukan komunikasi dengan cukup baik, santun, dengan kalimat yang teratur. Jokowi cukup komunikatif, dan banyak turun langsung ke masyarakat," lanjutnya.

Namun berbeda dengan komunikasi dan kerja sama Internasional. Dalam bidang ini ia menilai SBY terlihat lebih komunikatif.

Lalu dalam bidang pembangunan infrastruktur. Jokowi telah menargetkan pembangunan 35 bendungan sampai tahun 2024 dan target tersebut satu persatu mulai dipenuhi.

"Lebih dari 28 bandara, pembangunan pembangkit listrik, dan pembangunan jalan tol lebih dari 1.500 km dalam kurun waktu 7 tahun adalah yang patut diapresiasi," kata Supriyanto.

Sedangkan pada zaman pemerintahan SBY pembangunan bendungan, bandara, pembangkit listrik capaiannya sebanding dengan pemerintahan Jokowi.

Namun untuk pembangunan Jalan Tol pada masa kepemimpinan SBY hanya mampu mencapai kurang lebih 190 km, dalam hal ini capaian SBY tertinggal jauh dengan capaian selama 7 tahun pemerintahan Jokowi.

"Untuk Pembangunan di tingkat pedesaan. Lahirnya UU Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang disahkan pada jaman pemerintahan SBY, telah mendorong percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Dalam memenuhi amanat undang undang tersebut, khususnya yang terkait dengan Dana Desa, ia menilai Jokowi cukup berhasil dengan akselerasi yang cepat, sehingga pembangunan di tingkat pedesaan di seluruh Indonesia, dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

"Di bidang administrasi pertanahan dan bidang administrasi kependudukan. Dalam bidang administrasi pertanahan kinerja pemerintahan Jokowi lebih berhasil dibanding dengan kinerja pemerintahan SBY," ujar Supriyanto.

Ia menggarisbawahi penerbitan sertifikat tanah untuk masyarakat, bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil, yang dinilai Jokowi lebih baik dari pada era pemerintahan SBY.

Sedangkan untuk bidang ekonomi dan penegakkan hukum keduanya dinilai memilik prestasi yang tidak jauh berbeda

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved