Berita Surabaya

Terungkap Penyebab Suhu di Surabaya Terasa Lebih Panas, BMKG: Wajar-wajar Saja

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo, mengungkapkan penyebab terjadinya peningkatan suhu di Kota Surabaya.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Febrianto Ramadani
Terik Panas Nan Menyengat Terjadi Di Jalan Dharmawangsa Husada Indah Kota Surabaya, Senin (26/9/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo, mengungkapkan penyebab terjadinya peningkatan suhu di Kota Surabaya.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto, memaparkan, kondisi itu diakibatkan oleh Fenomena Equinox.

"Suhu di Surabaya dan Jawa Timur wajar-wajar saja di bulan sekarang atau periode Fase Equinox," ujar Teguh, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, Fenomena Equinox adalah sebuah fenomena astronomi ketika matahari melintasi garis khatulistiwa, dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun.

"Yakni 21 Maret dan 23 September. Selain itu Kota Surabaya juga diprediksi mengalami Fenomena Kulminasi pada 12 Oktober," tuturnya.

Fenomena Kulminasi, lanjut dia, yaitu ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Baca juga: Cuaca Jatim Besok Senin, 26 September 2022: Kabupaten Mojokerto Hujan Petir, Cek Pula Suhu Surabaya

"Pada saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu hari kulminasi utama disebut juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas Teguh.

"Intinya tiap tahun kita mengalami Fenomena Equinox atau Kulminasi. Dua situasi tersebut bukan gelombang panas. Ini cuma fenomena gerak semu matahari pada posisi pas di titik khatulistiwa," tegasnya.

Dirinya berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan dampak equinox yang terjadi, karena tak selalu menyebabkan suhu ekstrim.

"Equinox bukan seperti gelombang panas (heat wave) yang dapat meningkatkan suhu secara drastis, serta kejadian peningkatan suhu udara ekstrim di luar kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved