Berita Jatim

Langganan Event Internasional, Tas Goni 'Charu Dhatri' dari Madiun Akan Mejeng di KTT G20 Bali

Tas berbahan dasar kain goni buatan warga Jalan Semangka, Kecamatan Taman, Kota Madiun go internasional.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Fatmalia Yulinda Menunjukkan Tas Goni Yang Akan Dipajang di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Tas berbahan dasar kain goni buatan warga Jalan Semangka, Kecamatan Taman, Kota Madiun go internasional.

Dengan brand 'Charu Dhatri' tas buatan Fatmalia Yulinda dan Yusuf Ardianto tersebut akan dipajang dalam KTT G20 Bali bulan November 2022 nanti.

"Nanti kami mengirim sample ke panitia, ke Kemenparekraf, lalu akan dipajang di KTT G20. Kalau ada yang berminat panitia akan menghubungkan ke kami," kata Fatmalia, Rabu (28/9/2022).

Tas yang dikirim ke KTT G20 pun tidak sembarangan. Kemenparekraf sudah memberi arahan untuk desain sesuai even yang diselenggarakan.

"Modelnya sling bag tapi dipakai untuk waist bag juga bisa," lanjutnya.

Fatmalia menceritakan, datangnya kesempatan untuk bisa berpartisipasi di dalam KTT G20 tidak ujug-ujug.

Sebelumnya tasnya juga pernah mejeng di event internasional lainnya yaitu Moto GP Mandalika pada bulan Maret 2022 lalu.

"Sebelumnya pihak Kemenparekraf menghubungi kami untuk ikut berpartisipasi dalam Moto GP Mandalika. Kami tidak tahu mereka dapat kontak dari mana," terang Fatmalia.

Baca juga: Kisah Katarina Membangun UMKM Kerajinan Kain Perca, Modal Rp 2 Juta Kini Bisa Berdayakan Emak-emak

"Apakah dari sosial media kami, atau dari Dinas Perdagangan Kota Madiun kami juga tidak tahu," lanjutnya.

Fatmalia pun enggan menyia-nyiakan kesempatan itu. Ibu dua anak tersebut mengirimkan sample tas sesuai permintaan dan klu yang diberikan oleh Kemenparekraf.

"Pesanan dari GP Mandalika datang. Ada pesanan sekitar 25 - 30 tas costum. Pelanggan punya permintaan sendiri-sendiri," kata Fatmalia.

Dengan telaten ia, dan suaminya Yusuf, serta seorang karyawan menggarap pesanan tersebut.

"Tidak bisa cepat karena kita hand made, jadi sebelum menyetujui pesanan tersebut. Saya beri tahu ke pemesan kalau tidak bisa cepat-cepat. Setelah setuju baru kita kerjakan," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved