Berita Trenggalek

Tujuh Hari Pencarian, Nelayan Trenggalek yang Hilang Belum Ditemukan, Operasi Dihentikan

Tujuh hari pencarian, nelayan di Trenggalek yang hilang belum juga ditemukan, operasi dihentikan. Gelombang tinggi dan arus deras menjadi kendala.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Basarnas Trenggalek
Pencarian nelayan asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, yang hilang pada hari ketujuh, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pada hari ketujuh pencarian, Rabu (28/9/2022), Kayan (53), nelayan asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang hilang pada Kamis (22/9/2022) belum ditemukan keberadaannya.

Tim gabungan pun menghentikan operasi pencarian.

"Iya, dihentikan. Pencarian terakhir hari ini pukul 16.30 WIB," kata Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Trenggalek, Yoni Fariza.

Yoni Fariza menjelaskan, proses pencarian yang berlangsung sepekan itu telah menjangkau beberapa titik. Baik di laut maupun di bibir pantai.

"Seluruh search area sudah dilakukan pencarian dan tidak ada tanda-tanda korban," sambungnya.

Selama pencarian, cuaca ekstrem juga sering terjadi.

Gelombang tinggi dan arus deras menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh tim SAR gabungan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kayan (50), nelayan asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan hilang ketika melaut.

Cuaca buruk diduga menjadi penyebab nelayan tersebut hilang di perairan selatan Kabupaten Trenggalek.

Kapolsek Watulimo, AKP Suyono mengatakan, Kayan berangkat melaut dengan perahu seorang diri pada Rabu (21/9/2022).

"Biasanya pagi esok harinya pulang. Tapi korban tidak pulang. Keluarganya kemudian melaporkan ke kami," kata AKP Suyono, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Tak Kunjung Pulang, Nelayan di Trenggalek Dilaporkan Hilang, Cuaca Buruk Diduga Jadi Sebab

Atas laporan itu, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Teluk Prigi.

"Informasi yang kami terima, dugaannya korban menurunkan jangkar, setelah menurunkan jangkar, dia mungkin terlilit tali jangkar atau bagaimana, kemudian tercebur," sambung AKP Suyono.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Trenggalek

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved