Berita Surabaya

Vaksin Meningitis Menipis, Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Jatim Dibuat Was-was: Syarat Wajib

Biro penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah di Jawa Timur dilanda kekhawatiran, soal ketersediaan Vaksin Meningitis yang saat ini mengalami ke

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Ilustrasi Jemaah Haji dan Umrah. Vaksin Meningitis Menipis, Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Jatim Was-was 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Biro penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah di Jawa Timur dilanda kekhawatiran, soal ketersediaan Vaksin Meningitis yang saat ini mengalami kelangkaan.

Direktur Travel Umroh dan Haji PT An Namiroh Travelindo Cabang Jombang, Nur Kholis mengaku memberangkatkan kurang lebih 2000 jamaah umrah per bulan skala nasional.

"Kami sendiri was was dengan kabar tersebut. Mengingat, vaksin meningitis menjadi salah satu syarat wajib untuk ibadah ke tanah suci," kata Nur Kholis, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, ribuan jamaah umrah tersebut bisa terancam gagal berangkat, lantaran tidak memenuhi salah satu persyaratan dalam menunaikan rukun islam yang kelima itu.

"Kami terus menghimbau kepada calon jemaah supaya tetap tenang. Jangan cemas karena informasi yang saya terima awal Oktober Vaksin Meningitis sudah tiba," ungkap Nur Kholis.

Baca juga: Stok Vaksin Meningitis Menipis, KKP Kelas Satu Surabaya: Mungkin Dosis Terakhir Sampai Jumat

"Vaksin Meningitis penting sekali membantu para jamaah haji maupun umrah beradaptasi. Mengingat cuaca di Arab Saudi berbeda dengan cuaca di Indonesia," sambung.

Ia juga menambahkan, vaksin itu meminimalisir penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri meningitis dan ditularkan melalui droplet seperti batuk atau bersin.

"Semoga terdistribusi secepat mungkin ke Kantor Kesehatan Pelabuhan masing masing cabang, atau ke klinik klinik terdekat biar kami bisa mengarahkan," ucapnya 

"Pemerintah bisa memberikan solusi ditengah stok vaksin meningitis yang kritis. Dengan terus memantau stok supaya terjamin," tuntas Nur Kholis.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved