Berita Surabaya

Stok Vaksin Meningitis Menipis, KKP Kelas Satu Surabaya: Mungkin Dosis Terakhir Sampai Jumat

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas Satu Surabaya, tengah menunggu kiriman Vaksin Meningitis dari Pemerintah Pusat. Hal itu dikarenakan jumlah dosi

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Kepala KKP Kelas Satu Surabaya, Slamet Mulsiswanto, memaparkan ketersediaan Vaksin Meningitis mungkin dosis terakhir sampai Jumat 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas Satu Surabaya, tengah menunggu kiriman Vaksin Meningitis dari Pemerintah Pusat. Hal itu dikarenakan jumlah dosis yang mereka miliki terus menipis.

Kepala KKP Kelas Satu Surabaya, Slamet Mulsiswanto, memaparkan, untuk ketersediaan vaksin meningitis sampai hari ini tersisa 1103 dosis.

Slamet juga memperkirakan, kemungkinan pada pekan depan pihaknya sudah tidak melakukan penyuntikkan lagi.

"Sampai hari ini di KKP masih bisa dijalankan penyuntikkan. Mungkin dosis terakhir sampai Jumat. Stok yang ada kami habiskan buat  masyarakat yang telah mendaftar secara online," ujar Slamet, Rabu (28/9/2022).

KKP, lanjut dia, juga tidak menerima pembukaan pendaftaran baru semenjak ditutup mulai tanggal 19 September kemarin. Sehingga, ia berharap distribusi vaksin meningitis bisa secepatnya terkirim.

Baca juga: Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umrah, Kemenag Kota Blitar Minta Biro Travel Siasati Kelangkaan

"Kalau sudah habis ya selesai. Tinggal menunggu dari pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Biasanya seminggu dua minggu baru datang," tuturnya.

"Kami sendiri mengajukan permintaan sebesar 30 ribu dosis. Mohon doanya semoga bisa segera terdistribusi," sambung Slamet.

Menurutnya, penyebab kendala tersebut yakni produksi dari tiga penyedia vaksin meningitis masih belum ada. Sehingga menimbulkan hambatan. Ia berharap semoga masyarakat bisa memahami situasi ini.

"Karena regulasi pemerintah saat ini sudah berusaha mendatangkan impor vaksin dan sekarang sudah ada di Jakarta,tinggal nunggu uji dari BPOM. Semoga bisa cepat keluar," pungkas Slamet.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved