Berita Gresik

Dukung Arahan Wapres, Pemkab Dorong Pengusaha Sarang Burung Walet Gresik Incar Pasar Ekspor

Mendukung arahan Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, dalam upaya menembus pasar global pada 29 peternak dan pengusaha Sarang Walet

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Istimewa/ Humas Pemkab Gresik
Wakil Presiden RI K.H Ma'ruf Amin (duduk tengah) bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (duduk belakang) saat menuju masjid Jami' , Sabtu (1/10/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Mendukung arahan Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, dalam upaya menembus pasar global pada 29 peternak dan pengusaha Sarang Burung Walet (SBW) yang berbasis UMKM di kab. Gresik. Pemkab Gresik membantu pengusaha burung walet menjajaki pasar ekspor.

Arahan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke PT. Husein Alam Indah di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kab. Gresik bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Jumat (30/9/2022) kemarin.

Kunjungannya kali ini disambut hangat oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani dan Wakilnya Hj. Aminatun Habibah. Untuk diketahui, PT. Husein Alam Indah adalah salah satu industri pengelolaan Sarang Burung Walet (SBW).

PT Husein Alam Indah mendapatkan pasokan SBW dari para peternak dan pengusaha SBW yang berbasis UMKM. Saat berkunjung, Wapres bersama rombongan juga meninjau perkembangan potensi ekspor industri walet di pasar global.

Saat mendampingi kunjungan Wapres, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebutkan, Pemkab Gresik mendukung penuh para pelaku UMKM SBW. Hal ini terlihat lewat kemudahan dalam pengurusan izin dan legalitas usaha.

Baca juga: Asosiasi Peternak dan Pedagang Walet Meradang, Imbas Perindag 19 Tahun 2021, Bikin Susah Ekspor

Kemudahan itu mulai dari sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pengajuan merek dagang, sertifikasi halal, sampai dengan Nomer Induk Berusaha (NIB) yang bisa diurus secara online.

"Bersama Bea Cukai kami saat ini melakukan pendampingan terhadap peternak SBW dan UMKM lewat program Klinik Ekspor. Tujuannya agar peternak dan pengusaha SBW Gresik mampu menembus pasar global," kata Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik.

Dalam prakteknya, program ini telah terbukti keampuhannya. Pada tahun 2021, nilai ekspor Gresik yang hanya tercatat USD 6.920,51 mengalami peningkatan pada periode yang sama tahun ini menjadi USD 34.154,56.

Tercatat ada 21 UMKM yang sudah melakukan ekspor, salah satunya adalah UMKM Birdnestjoy milik Uly Darojah yang bergerak di sektor minuman kesehatan dari sarang burung walet. Lewat Klinik Ekspor per Oktober 2021, Birdnestjoy telah ekspor ke Hongkong dengan total transaksi Rp 800 juta.

Meskipun begitu, industri SBW masih memiliki beberapa lubang yang perlu ditambal. Dalam kesempatan ini, para peternak dan pedagang walet mengungkapkan keluh kesah dalam pemasaran SBW. Dimana, para pengekspor SBW kesulitan untuk menembus pasar di Tiongkok. Hal tersebut dikarenakan rijitnya persyaratan yang diwajibkan untuk bisa menembus pasar di Tiongkok.

Padahal Indonesia adalah produsen SBW terbesar di dunia. Sebab, 80 persen SBW adalah hasil produksi Indonesia. Dimana 30-40 % pengusaha walet di dalamnya berasal dari Jatim. Lebih lanjut, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produksi walet di Indonesia per tahunnya mencapai 1.500 ton. Sedangkan yang bisa masuk pasar Tiongkok secara direct hanya 360 ton. Sementara sisanya, bisa masuk pasar Tiongkok namun harus lewat negara lain.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mendampingi mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim selalu siap memberikan pendampingan termasuk juga memberikan kemudahan akses dan perizinan.

"Dimana tadi saya sempat dengarkan ada pengusaha walet yang berbasis UMKM. Disinilah peran pemerintah daerah untuk memberikan penguatan, dengan mudahnya akses perizinan seperti NIB dan kelengkapan legalitas, maka para pengekspor akan bisa menjangkau para pengusaha walet berbasis UMKM yang sangat banyak di Jatim,"

Tidak sampai disitu saja, sebagai wilayah yang memilihi fasilitas penunjang, Export Center milik Kementrian Perdagangan RI, Jatim juga siap membantu para pelaku UMKM untuk mengakses market pasar.

"Kita punya banyak program salah satunya Rumah Kurasi yang bisa menunjang penguatan akses pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Ini berlaku untuk semua produk UMKM. Jadi tidak perlu khawatir,"

"Namun mengingat problem pemasaran SBW juga menjangkau ranah high level. Kami sangat berharap akan adanya solusi yang tepat untuk menangani hal tersebut," pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved