Berita Blitar

Bahayakan Pengendara, Dinding Penahan Tanah Setinggi 5 Meter di Kota Blitar Ambrol, Ini Penyebabnya

Dinding penahan tanah atau talud di Jalan Muara Takus, Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar ambrol

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mochamad Sudarsono
Kondisi dinding penahan tanah atau talud di Jalan Muara Takus, Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kota Blitar, yang ambrol, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinding penahan tanah atau talud di Jalan Muara Takus, Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar ambrol akibat tergerus air hujan, Senin (3/10/2022). 

Bangunan talud yang ambrol sepanjang 20-25 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter.

Kondisi bangunan talud ambrol itu membahayakan pengendara karena lokasinya persis di pinggir jalan. 

Sekarang, BPBD Kota Blitar memasang garis tanda bahaya di lokasi bangunan talud ambrol. 

Siti Kalimah, warga sekitar lokasi mengatakan bangunan talud mulai ambrol pada Sabtu (1/10/2022) malam. Ketika itu, di lokasi diguyur hujan deras. 

Lalu, pada Senin (3/10/2022), kondisi bangunan talud yang ambrol semakin parah karena di lokasi kembali diguyur hujan deras. 

Baca juga: Satu Rumah dan Talud Ambrol Akibat Hujan Deras di Kota Blitar, DPUPR Cek Semua Lokasi Terdampak

"Sabtu malam bangunan talud mulai ambrol, terus sejak dini hari tadi di lokasi kembali diguyur hujan deras dan kondisi bangunan talud yang ambrol semakin parah," kata Siti. 

Siti berharap bangunan talud yang ambrol segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengendara jalan. 

Sebab, posisi bangunan talud berada persis di pinggir jalan. Kalau tidak segera diperbaiki, ia khawatir bangunan talud yang ambrol juga bisa menggerus badan jalan. 

"Talud ini dibangun sekitar tiga tahun lalu dan baru kali ini ambrol," ujarnya. 

Plt Kepala BPBD Kota Blitar, Toto Robandiyo mengatakan bangunan talud ambrol akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Kota Blitar dua hari belakangan ini. 

Air hujan cukup banyak dan melimpah sehingga bangunan plengsengan atau talud tidak kuat menahan arus air. 

"Untuk penanganan sementara, kami beri tanda water barrier dan lampu PJU di sebelah utaranya dihidupkan agar tidak membahayakan pengguna jalan," katanya. 

Baca juga: Antisipasi Bahaya Tanah Longsor, Bronjong Talud Karya Bhakti TNI Magetan Dipusatkan di Poncol

Ia juga berharap masyarakat yang melintas di lokasi agar lebih berhati-hati karena ada penyempitan jalan. 

"Kami sudah koordinasi dengan DPUPR terkait perbaikan bangunan talud yang ambrol," ujarnya. 

Selain bangunan talud ambrol, hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi dua hari ini juga membuat pohon tumbang di beberapa titik di Kota Blitar. 

Pohon tumbang terjadi di sekitar Pasar Hewan Dimoro dan di Kelurahan Klampok. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pohon tumbang itu.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved