Berita Gresik

Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Gresik Takziah ke Rumah Korban dan Doa Bersama Ultras Gresik di Stadion

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melakukan anjangsana ke rumah duka korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
Polres Gresik
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis (kanan) doa bersama ayah korban, Sukardi (baju putih di kediaman korban, Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melakukan anjangsana ke rumah duka korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Almarhumah Hadiyatus Tsaniah di Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik

Dalam kerusuhan tersebut sebanyak 125 korban jiwa. Korban tidak hanya dari Kota Malang, tetapi juga banyak yang dari luar kota Malang. 

Salah satunya Korban yang berasal dari Kabupaten Gresik meninggal dunia atas Nama Hadiyatus Tsania (24). Dia adalah satu diantara puluhan ribu penonton yang menyaksikan pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melakukan anjangsana ke rumah duka didampingi Kasat lantas dan Muspika Ujung Pangkah. Ditemui orang tua  almarhumah,  Sukardi. 

"Semoga saudara Almarhumah diterima amal ibadahnya dan yang ditinggalkan diberi ketabahan, kami selaku Instansi Polri juga mengucapkan berbela sungkawa atas meninggalnya para korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, semoga ini semua bisa menjadi pelajaran penting untuk kita semua, serta di kemudian hari tidak akan terulang lagi kejadian seperti sekarang ini," ujar Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis. 

Baca juga: Ratusan Nyawa Melayang dalam Tragedi Kanjuruhan, Ultras Gresik Nyalakan 1000 Lilin dan Doa Bersama

Kapolres Gresik memberikan tali asih dan bingkisan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. 

Malam harinya menggelar doa bersama dengan ribuan Ultras Gresik. Doa dipanjatkan kepada korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 125 korban jiwa, dua diantaranya anggota Polri. 

Doa bersama berlangsung di  Stadion Joko Samudro dihadiri Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis bersama Jajaran Pejabat Utama anggota Polres Gresik dan ribuan Suporter Gresik United, Ultras Gresik

Pantauan di lokasi, doa bersama diawali dengan menyalahkan lilin dilanjutkan dengan doa bersama dan diakhiri dengan tabur bunga. 

Kapolres mendoakan para korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. 

"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka cita kami yang sedalam-dalamnya kepada para korban tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang, " ujar AKBP Azis 

Dia juga berharap, ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali. 

"Harapan kami kepada para suporter agar lebih tertib dalam berkegiatan, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, " tambahnya. 

Sekretaris Ultras Gresik, Abdul Wahab mengatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk belasungkawa dan ungkapan duka cita mendalam serta prihatin atas insiden Stadion Kanjuruhan usai pertandingan sepak bola Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam. 

“Intinya kita sangat prihatin dan menyayangkan kejadian yang menimpa kawan-kawan Aremania,” ujar Gus Wahab, demikian sapaan akrabnya. 

Gus Wahab berharap insiden memilukan seperti ini tidak terulang kembali di Indonesia. Peristiwa kerusuhan kemarin setidaknya bisa dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak untuk saling intropeksi diri dan evaluasi. 

“Kami berharap agar peristiwa tersebut tidak lagi terulang di republik ini,” pintanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved