Berita Madiun
Konsumsi Ikan untuk Tekan Stunting, Wali Kota Madiun Beri Voucher Rp 300 Ribu hingga Subsidi Belanja
Wali Kota Madiun, Maidi mengajak sejumlah anak sekolah dasar (SD) menangkap ikan di kolam Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun, Kelurahan
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi mengajak sejumlah anak sekolah dasar (SD) menangkap ikan di kolam Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kamis (6/10/2022).
Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya dan Ketua Forikan Kota Madiun, Yuni Setyawati Maidi juga nampak antusias menangkap ikan nila bersama anak-anak tersebut.
Usai ditangkap, ikan-ikan tersebut dibakar dan langsung dimakan di tempat.
Maidi mengatakan, aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Kota Madiun yang bertujuan untuk menekan angka stunting di Kota Pendekar.
Orang nomor satu di Kota Madiun tersebut mengatakan saat ini prevalensi stunting di Kota Madiun sudah rendah, berada di urutan kedua terbawah di Jawa Timur.
Namun ia ingin angka tersebut bisa ditekan terus hingga Kota Madiun terbebas dari anak stunting.
"Stunting harus hilang, sebelumnya ada 667 anak stunting (di Kota Madiun), sekarang tinggal 512 anak, ini saya tekan terus," kata Maidi, Kamis (6/10/2022).
Baca juga: Tekan Inflasi dan Angka Stunting, Pemkab Madiun Gelar Operasi Pasar, Sediakan Sembako Murah
Angka prevalensi Stunting Kota Madiun juga terus turun setiap tahunnya.
Pada tahun 2017 prevalensi stunting Kota Madiun berada di angka 14,31 lalu pada tahun berhasil turun 2018 di angka 11,84, tahun 2019 di angka 11,32, tahun 2020 di angka 8,9 dan terakhir tahun 2021 berada di angka 7,4.
Terbaru, upaya yang dilakukan Mantan Sekda Kota Madiun tersebut adalah memberikan voucher senilai Rp 300 ribu setiap pekan untuk ibu yang mempunyai anak stunting.
"Ibu yang punya anak stunting saya kasih voucher beras, telur, ikan, vitamin, buah, sayur. setiap pekan sekali kita kumpulkan dan juga ada arahan disitu untuk memilih makanan ya g bergizi itu bagaimana," lanjutnya.
Sedangkan untuk anak-anak yang gizinya sudah terpenuhi, Maidi menyediakan subsidi untuk membeli ikan di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko.
"Kita ajak gemar makan ikan karena kalau kurang (makan ikan) kecerdasannya bisa kurang. Akan ada subsidi 50 persen untuk orang tua yang membawa anaknya belanja khusus ikan," ucap Maidi.
Hal tersebut dilakukan untuk membiasakan lidah anak-anak Kota Madiun dengan makan ikan bukannya makanan fast food dan lainnya.
"Angka Konsumsi Ikan kita 31 kg/kapita, targetnya kita naikkan bisa 57 kg/kapita," lanjutnya.
Maidi juga memastikan, subsidi ikan tersebut diluar subsidi bahan pokok untuk menekan angka inflasi yang juga diberlakukan di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko.
Artinya, keduanya yaitu subsidi ikan dan subsidi bahan pokok untuk menekan inflasi berlaku di Pasar Besar dan Pasar Sleko.