Berita Lamongan
Makam Eks Kepsek SMP Muhammadiyah Sukodadi Lamongan Dibongkar, Keluarga Ungkap Keganjilan Mencolok
Dokkes forensik Polda Jatim kembali melakukan ekshumasi atau membongkar makam seorang warga Lamongan yang diduga meninggal tidak wajar.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Namun, penyebab kematian timses Pilkades Desa Tambak Ploso itu belum juga terjawab. Proses pembongkaran dan autopsi sudah tuntas dilakukan sehari kemarin.
Ekshumasi dan autopsi di lokasi pemakaman di Dusun Ploso Lebak Desa Tambak Ploso berjalan lancar.
"Akan diketahui hasilnya perkiraan 1 bulan lagi, "kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada Tribun Jatim Network, Minggu (16/10/2022).
Anton tak mau berspekulasi apapun terkait kematian M. Yasin. Sebab polisi telah menanganinya, baik saat ditemukan meninggal di depan Perum Made pada Minggu (3/7/2022) sampai hari ini berkembang proses ekshumasi dan autopsi.
Tim dokkes forensik Polda Jatim telah bekerja dan tinggal menunggu hasilnya. Hasil autopsi menurut Anton, tidak bisa diketahui dalam waktu satu sampai dua hari.
"Yang kita dapatkan informasinya, hasilnya perkiraan 1 bulan lagi, " tandasnya.
Pihaknya mengimbau pada semuanya untuk menunggu hasil kerja ekstra tim dokkes forensik Polda Jatim dan tidak memunculkan spekulasi tanpa ada bukti hukum.
Pihaknya memastikan, hasil lidik dan juga autopsi tim forensik nanti akan bisa menemukan petunjuk penyebab kematian korban.
Pembongkaran makam Moh. Yasin yang sudah 3,5 bulan makamkan ini dilakukan oleh petugas berwenang, melibatkan Tim Dokkes Forensik Polda Jatim dan dibantu tim Inavis Polres Lamongan .
Kematian korban semula diketahui akibat korban Laka tunggal saat sedang mengendarai motor Yamaha Mio dan ditemukan di depan Perum Made, Juli 2022.
Kejadian Minggu (3/7/2022) pukul 03 00 WIB depan Perum Made Lamongan.
Kemudian dirujuk ke rumah sakit dan dipastikan korban sudah meninggal beberapa saat ketika mendapat perawatan.
Kematian korban berkembang menyeruak dikaitkan dengan Pilkades Desa Tambak Ploso pada 26 Juni 2022.
Dimana korban diketahui menjadi tim sukses kades terpilih, Achmad Jaelani.
Keluarga korban juga menggandeng pengacara Nihrul Baihaqi Al-Haidar untuk mendampingi proses penanganan hukumnya.