Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Lamongan

Makam Eks Kepsek SMP Muhammadiyah Sukodadi Lamongan Dibongkar, Keluarga Ungkap Keganjilan Mencolok

Dokkes forensik Polda Jatim kembali melakukan ekshumasi atau membongkar makam seorang warga Lamongan yang diduga meninggal tidak wajar.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Suasana pembongkaran makam mantan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang diduga mati tak wajar di makam Keduwul Sukodadi, Rabu (19/10/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dokkes forensik Polda Jatim kembali melakukan ekshumasi atau membongkar makam seorang warga Lamongan yang juga seorang tokoh Muhammadiyah dan diduga meninggal tidak wajar .

Sebelumnya, tim dokkes forensik membongkar makam M. Yasin, timses kades pemenang Desa Tambak Ploso Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (15/10/2022) .

Kini menyusul pembongkaran makam mantan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah II Sukodadi, Busro (64), dilakukan di makam Islam Dusun Keduwul Desa Menongo Kecamatan Sukodadi, Rabu (19/10/2022).

Kematian Busro dinilai oleh anggota keluarganya tidak wajar.

Pasalnya keganjilan yang sangat mencolok korban terpisah jauh dengan motor yang dikendarainya saat sebelum korban ditemukan meninggal pada Kamis, (25/8/2022) .

Sepeda motor korban Honda Supra nopol S 4113 LF ditemukan tergeletak di jalan Kusuma Bangsa Lamongan, sehari setelah korban temukan di Ngawi.

Baca juga: Makam Timses Pilkades di Lamongan Dibongkar, Penyebab Kematian Diketahui Sebulan Lagi

Jasad korban ditemukan di area hutan, adalah ditemukan di Jalur Alur GC Petak 53 54, TKP masuk Dusun Bangun Desa Bangunrejo kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

Keluarga Busro yang juga aktivis di persyarikatan Muhammadiyah ini kemudian menggandeng LBH Muhammadiyah Lamongan.

Lalu kemudian membuat pengaduan ke Polres Ngawi, sebagaimana dalam surat 002/LBH Mu.Lmg/MHH-PDM/VIII/2022, tertanggal 28 Agustus 2022.

Dari hasil pengumpulan data yang didapat tim LBU Muhammadiyah menunjukkan, sebelum kejadian, Rabu (24/8/2022) korban sedang mengikuti rapat di Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah di jalan Lamongrejo untuk membahas penulisan sejarah Muhammadiyah Lamongan.

Kemudian pukul 13.09 WIB, selepas rapat di Lamongan yang membahas tentang penulisan kembali sejarah Muhammadiyah Lamongan, korban keluar dengan mengendarai motornya.

"Itu terlihat di CCTV, dan saat keluar juga seorang diri, " kata Tim LBH Muhammadiyah, Juris Justitio Hakim Putra kepada TribunJatim.com, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Alasan Makam Guru Besar IKS-PI Totong Kiemdarto Dipindahkan ke Padepokan di Caruban Madiun

Keluarga almarhum dikagetkan saat mendapat kabar, korban ditemukan meninggal dunia pada keesokan harinya, sekira pukul 05.30 WIB di Jalur Alur GC Petak 53 54.

TKP masuk Dusun Bangun Desa Bangunrejo kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, diduga dengan kematian yang tidak wajar.

LBH Muhammadiyah meminta agar supaya Polres Lamongan bisa membantu mengurai perkara ini karena TKP ditemukannya motor berada di Lamongan.

"Sebab bagaimana bisa motor itu kemudian tiba-tiba berada di jalan Kusuma Bangsa Lamongan. Sementara korban ditemukan di Ngawi, jarak yang cukup jauh, " kata Juris didampingi Ketua LBH Muh, Luqmanul Hakim.

Menurut Juris, pembongkaran makam yang kemudian dilanjutkan dengan autopsi ini semata untuk mengetahui penyebab kematian korban yang diduga tidak wajar.

"Karena adanya dugaan kematiannya tidak wajar, jadi ini dilakukan outopsi agar mengetahui penyebab kematian almarhum Busro. Dan diharapkan bisa menemukan titik terang, " katanya.

Pihaknya menyampaikan banyak terima kasih kepada Polres Ngawi dan Polres Lamongan atas atensi dalam kasus kematian Busro ini.

Harapannya, agar ekshumasi yang kemudian dilakukan otopsi ini ada petunjuk guna pengembangan dan mengungkap misteri kematian Busro.

Baca juga: Kenang Wafatnya Sang Legenda, Manajer, Official dan Pemain Persela Ziarah ke Makam Choirul Huda

"Karena kita menduga ada serangkaian tindak kejahatan atas kematian Busro," tegasnya.

Saat pelaksanaan proses ekshumasi, lokasi makam dimana kuburan Busro akan dibongkar dijaga ketat puluhan anggota perguruan silat tapak suci, Kokam dan juga anggota Polres Lamongan.

Sementara anggota keluarga korban juga berkumpul di tenda yang ada di barat makam.

Penjagaan cukup ketat, setiap orang yang hendak masuk lokasi makam di data anggota Kokam.

Mereka mengaku membawa amanat keluarga almarhum yang keberatan bagi siapapun yang masuk yang tidak punya kepentingan.

Tidak hanya anggota Polres yang ada di lokasi, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono didampingi sejumlah anggota juga bertandang di lokasi ekshumasi .

Makam Timses Pilkades Juga Dibongkar

Sebelumnya, pembongkaran makam juga terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan lainnya. Makam yang dibongkar adalah makam Moh. Yasin (45), warga Plosolebak Desa Tambak Ploso Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, yang diduga meninggal tak wajar dibongkar, Sabtu (15/10/2022).

Namun, penyebab kematian timses Pilkades Desa Tambak Ploso itu belum juga terjawab. Proses pembongkaran dan autopsi sudah tuntas dilakukan sehari kemarin.

Ekshumasi dan autopsi di lokasi pemakaman di Dusun Ploso Lebak Desa Tambak Ploso  berjalan lancar.

"Akan diketahui hasilnya perkiraan 1 bulan lagi, "kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada Tribun Jatim Network, Minggu (16/10/2022).

Anton tak mau berspekulasi apapun terkait kematian M. Yasin. Sebab polisi telah menanganinya, baik saat ditemukan meninggal di depan Perum Made pada  Minggu (3/7/2022) sampai hari ini berkembang proses ekshumasi dan autopsi.

Tim dokkes forensik Polda Jatim telah bekerja dan tinggal menunggu hasilnya. Hasil autopsi menurut Anton, tidak bisa diketahui dalam waktu satu sampai dua hari. 

"Yang kita dapatkan informasinya, hasilnya  perkiraan 1 bulan lagi, " tandasnya.

Pihaknya mengimbau pada semuanya untuk menunggu hasil kerja ekstra tim dokkes forensik Polda Jatim dan  tidak memunculkan spekulasi tanpa ada bukti hukum.

Pihaknya memastikan, hasil lidik dan juga autopsi tim forensik nanti akan bisa menemukan petunjuk penyebab kematian korban.

Pembongkaran makam Moh. Yasin yang sudah  3,5 bulan makamkan  ini dilakukan oleh petugas berwenang, melibatkan Tim Dokkes Forensik Polda Jatim dan dibantu tim Inavis Polres Lamongan .

Kematian korban semula  diketahui akibat korban Laka tunggal saat sedang mengendarai motor Yamaha Mio  dan ditemukan di depan Perum Made, Juli 2022.

Kejadian Minggu (3/7/2022) pukul  03 00 WIB depan Perum Made Lamongan.

Kemudian dirujuk ke rumah sakit dan dipastikan korban sudah meninggal beberapa saat ketika mendapat perawatan.

Kematian korban berkembang menyeruak dikaitkan dengan Pilkades Desa Tambak Ploso pada 26 Juni 2022.

Dimana korban diketahui menjadi tim sukses kades terpilih, Achmad Jaelani. 

Keluarga korban juga menggandeng pengacara Nihrul Baihaqi Al-Haidar untuk mendampingi proses penanganan hukumnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, makam korban Yasin akhirnya dibongkar untuk diautopsi. Tim dokkes Forensik Polda Jatim dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis melakukan autopsi. 

Meninggal Tak Wajar

Diduga meninggal tidak wajar, makam Moh. Yasin (45) warga Plosolebak Desa Tambak Ploso Kecamatan Turi Lamongan dibongkar untuk kepentingan penyelidikan, Sabtu (15/10/2022).

Pembongkaran makam Moh. Yasin yang sudah 3,5 bulan makamkan ini dilakukan oleh petugas berwenang, melibatkan Tim Dokkes Forensik Polda Jatim dan dibantu tim Inavis Polres Lamongan.

Semula, kematian korban yang merupakan tim sukses kades terpilih Pilkades Tambak Plososemula ini sebagai korban Laka tunggal saat sedang mengendarai motor Yamaha Mio dan ditemukan di depan Perum Mada Juli 2022.

Kejadian Minggu (3/7/2022) pukul 03 00 WIB depan Perum Made Lamongan. Kemudian dirujuk ke rumah sakit dan dipastikan korban sudah meninggal beberapa saat ketika mendapat perawatan.

Menurut saksi Sulis yang siang tadi turut di acara pembongkaran makam Yasin, ketika di rumah sakit ia melihat ada luka benjolan di kepala bagian kanan belakang.

"Yang saya lihat ada luka di kepala belakang dan pundak kanan," ungkap Sulis kepada Surya.co.id (Tribun Jatim Network) di lokasi makam Desa Tambak Ploso, Sabtu (15/10/2022).

Namun ia memastikan mengaku hanya tahu itu saat korban berada di rumah dalam perawatan dan kemudian meninggal.

Kematian korban akhirnya menyeruak dikaitkan dengan Pilkades DesaTambak Ploso pada 26 Juni 2022. Dimana korban diketahui menjadi tim sukses kades terpilih, Achmad Jaelani. 

Saat Pilkades Achmad Jaelani punya pesaing. Kematian korban akhirnya ramai di dunia Medsos yang banyak mengaitkan, bahwa kematian korban buntut Pilkades di desa mereka.

Keluarga korban juga menggandeng pengacara Nihrul Baihaqi  Al-Haidar untuk mendampingi proses penanganan hukumnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, makam korban Yasin akhirnya dibongkar untuk diautopsi. Tim dokkes Forensik Polda Jatim dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis melakukan outopsi.

Penggalian makam dibantu warga desa dan diawali doa oleh tokoh agama setempat. Sementara 2 tenda, satu di lokasi makam Yasin dan sebelah selatan tenda yang dipakai untuk melakukan autopsi.

Tim tetap mengedepan SOP saat proses pembongkaran makam Yasin. Informasi yang didapat Surya.co.id  menyebutkan, ada tiga tahapan yang penting dilakukan saat proses autopsi.

Pertama adalah pembongkaran kuburan, tindakan autopsi dan visum et repertum dengan segala pemeriksaan yang dibutuhkan.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro dikonfirmasi Surya.co.id mengatakan belum menerima hasil autopsi. Apalagi baru dilakukan hari ini. "Belum-belum, itu wewenang tim forensik," pungkasnya .

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved