Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Tuban

Tekan Angka Fatalitas, Satlantas Polres Tuban Bakal Libatkan Tenaga Kesehatan, Begini Penerapannya

Satlantas Polres Tuban bakal melibatkan tenaga kesehatan (nakes) tim medis dalam menangani korban kecelakaan. 

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mochamad Sudarsono
Satlantas Polres Tuban mengajak tim medis terlibat menangani kecelakaan guna menekan fatalitas terhadap korban, Kamis (20/10/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Satlantas Polres Tuban bakal melibatkan tenaga kesehatan (nakes) tim medis dalam menangani korban kecelakaan. 

Hal itu guna menekan fatalitas yang terjadi saat kecelakaan, bahkan yang bisa berpotensi merenggut nyawa. 

"Kita bersama tim medis membuat Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD), tadi kegiatannya di mapolres," kata Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Arum Inambala kepada wartawan, Kamis (20/10/2022). 

Arum menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga melibatkan bhabinkamtibmas di setiap wilayah kecamatan. 

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2022 di Tuban, Angka Kecelakaan Menurun Tapi Fatalitas Masih Tinggi

Para bintara tersebut dilatih oleh tim kesehatan dokter, tentang bagaimana menangani korban kecelakaan yang benar agar tidak terjadi fatalitas. 

Disinggung kapan tim medis akan dilibatkan secara langsung dalam menangani kecelakaan, perwira pertama itu berharap semoga bisa direalisasikan dalam waktu cepat. 

"Ya jadi kita berharap bhabinkamtibmas yang di wilayahnya ada kecelakaan bisa menangani secara baik dan benar, penjajakan dengan tim medis sudah kita lakukan. Semoga niat baik ini segera terwujud, karena angka kecelakaan di Tuban tinggi, termasuk korban meninggal," pungkasnya. 

Sementara itu, dr Alfian Yuniarta, selaku tenaga kesehatan yang hadir saat itu menyatakan, ada beberapa materi yang disampaikan saat kegiatan PPGD. 

Seperti materi evakuasi, penanganan pertama kecelakaan dan transportasi ke faskes terdekat. 

Pria yang juga sebagai kepala IGD RSUD dr R Koesma Tuban itu juga berharap, nantinya ada aplikasi yang melibatkan anggota unit laka dengan tim medis. 

"Memang perlu kolaborasi antara kepolisian dan tim medis dalam menangani kecelakaan, saat ada aplikasi nantinya siapapun yang dekat agar bisa segera merapat ke lokasi kejadian, dengan cara menekan tombol panic button," ungkapnya

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved