Berita Lumajang

ETLE Tak Bikin Pengendara di Lumajang Kapok Langgar Lalu lintas, Kok Bisa?

Konsep tilang melalui kamera ETLE bisa dibilang cukup tegas. Tanpa pandang bulu, siapapun yang melanggar bisa kena sanksi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Ilustrasi pemantauan sistem tilang elektronik atau ETLE 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Konsep tilang melalui kamera ETLE bisa dibilang cukup tegas. Tanpa pandang bulu, siapapun yang melanggar bisa kena sanksi.

Namun, di Kabupaten Lumajang keberadaan kamera canggih ini tidak terlalu ditakuti masyarakat pengguna jalan.

Semenjak polisi dilarang melakukan tilang manual, terhitung 14 Oktober, angka pelanggar lalu lintas ternyata cukup banyak.

Jumlah orang yang tertangkap kamera melanggar lalu lintas dalam satu minggu ada sekira 1.000 lebih.

Hal itu belum termasuk kasus pelanggaran yang hanya terkena surat peringatan.

Baur Tilang Satlantas Polres Lumajang Bripka Achmad Fendy Wardhana mengatakan, dari semua yang terdeteksi melanggar lalin 100 lebih di antaranya sudah melakukan sidang. Selebihnya, masih menunggu jadwal.

Namun, ada juga yang tak kunjung melakukan konfirmasi. Padahal, surat tilang sudah dikirim ke rumah pelanggar lalu lintas melalui kantor pos.

Faktor yang menyebabkan pengendara lalu lintas mengabaikan kamera ETLE rupanya akibat alat perekam itu rusak.

Semenjak tilang elektronik diberlakukan, alat tersebut rupanya hanya beroperasi selama satu minggu.

Baca juga: Cara Pemotor di Probolinggo Siasati Jelang Pemberlakuan ETLE, Plat Nomor Dilepas Agar Lolos

Selebihnya, penindakan tilang elektronik hanya menggantungkan mobilisasi mobil Integrated Capture Attitude Record (INCAR)

"Etle masih upgrade jaringan, sebab beberapa waktu lalu radio terkena petir," ujarnya.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini mengatakan, bahwa pihaknya cukup gemas melihat pengendara yang masih tidak mematuhi peraturan lalu linta.

Apalagi, dari pengamatannya, sebagaian besar kasus didominasi pelanggaran kategori fatalitas. Salah satunya berkendara sepeda motor tanpa menggunakan helm.

"Kami harap kesadaran masyarakat bisa ditingkatkan. Tolong tanamkan mematuhi lalu lintas demi keselamatan diri," pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved