Berita Sidoarjo

Cemari Lingkungan, Warga Demo Minta Pemotongan Unggas di Kompleks Pasar Sepanjang Sidoarjo Ditutup

Sejumlah warga berunjukrasa memprotes tempat pemotongan unggas di kompleks Pasar Sepanjang.

Penulis: M Taufik | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Warga saat berunjukrasa memprotes pemotongan unggas, Kamis (17/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah warga berunjukrasa memprotes tempat pemotongan unggas di kompleks Pasar Sepanjang di Kecamatan Taman, Sidoarjo yang dirasa telah mencemari lingkungan, Kamis (17/11/2022). 

Warga dari Desa Wonocolo dan Ngelom itu demo meminta pemerintah menutup tempat pemotongan unggas yang dianggap meresahkan warga. 

“Limbah dari pemotongan unggas di komplek Pasar Sepanjang itu sangat menganggu. Seperti bulu unggas dan kotoran yang mencemari lingkungan,” kata Nanang Qosim koordinator aksi.

Menurutnya, aksi warga itu sengaja digelar untuk mendesak agar pasar sepanjang dikembalikan sebagaimana fungsinya seperti semula. 

"Tuntutan kami spesifik, tutup pemotongan unggas di pasar taman dan kembalikan fungsi pasar sebagaimana layaknya,” tegasnya. 

Warga berharap, Pemkab Sidoarjo segera mengambil kebijakan atas kondisi ini.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Warga Sidoarjo, Ada Pembebasan Denda 9 Pajak ini, Berlaku hingga 31 Maret 2023

Baca juga: Balai Lelang Mobil AUKSI Hadir di Sidoarjo, Siap Berikan Layanan Lelang Mobil untuk Masyarakat Jatim

Karena para pedagang pasar itu sudah membayar retribusi sehingga harus ada ketegasan dari pengelola pasar. 

Menurut Nanang, di Desa Wonocolo dan Ngelom setidaknya ada empat RT yang terdampak aktivitas pemotongan unggas di Pasar Sepanjang itu. 

Air sungai jadi keruh, kotor, dan baunya menyengat.

“Sumur-sumur warga juga terdampak. Saat musim hujan, kadang keluar belatung di rumah-rumah warga,” ungkapnya. 

Selain menimbulkan limbah, pasar unggas juga dinilai telah menggusur makam Wali yang sangat dihormati oleh warga.

Yakni makam Mbah Dirjo Joyo ulomo.

“Pemerintah harus segera bertindak. Kami melihat sudah sangat penting untuk merevitalisasi makam tersebut," katanya.

Baca juga: Turun ke Jalan Pakai Kursi Roda, Aremania asal Sidoarjo Ikuti Peringatan 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

Berita Sidoarjo lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved