Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Entertainment

Sosok Presiden Emmanuel yang 24 Tahun Lebih Muda dari Istri, Profesi Sebelum Pimpin Prancis Terkuak

Inilah sosok Presiden Emmanuel Macron yang 24 tahun lebih muda dari istrinya, profesi sebelum pimpin Prancis akhirnya terkuak.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Kompas TV
Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menjadi perbincangan karena menggendong bayi 

Macron adalah putra dari Jean-Michel Macron, Profesor Neurologi di Universitas Picardy, dan Françoise Macron-Noguès, MD.

Macron bekerja sebagai Inspektur Keuangan dalam Kementerian Ekonomi Prancis antara 2004 dan 2008.

Pada 2007, ia menjabat sebagai deputi rapporteur pada Komisi untuk mempengaruhi pertumbuhan Prancis yang dikepalai oleh Jacques Attali.

Sebelum bekerja sebagai bankir investasi di Rothschild & Cie Banque, Macron bekerja sebagai inspektur keuangan kementrian ekonomi Perancis.

Tahun 2008, ia membayar 50.000 euro atau sekitar Rp 730 miliar untuk bisa keluar dari ikatan dinas dengan pemerintah dan bekerja sebagai bankir.

Dalam kampanyenya, Macron berjanji akan membuat Perancis menjadi negeri yang lebih ramah bisnis dan mengurangi pajak perusahaan.

Macron berkenalan dengan istrinya di saat dia bersia usia 15 tahun.

Baca juga: Cicipi Roti dan Kue Perpaduan Resep Prancis dan Korea di Bunbee Boulangerie and Patisserie Surabaya

Saat itu Brigitte Marie-Claude Trogneux adalah guru bahasa Perancis-nya, telah menikah dan memiliki anak.

Setelah bercerai dari suami pertamanya dan berstatus janda, Trogneux menikahi Macron.

Mereka menikah di tahun 2007.

Keduanya tidak memiliki anak bersama, tapi Trogneux (63), memiliki tiga anak dan tujuh cucu.

Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menjadi perbincangan karena menggendong bayi
Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menjadi perbincangan karena menggendong bayi (Kompas TV)

Macron seorang yang sangat pluralis dan menghargai perbedaan, termasuk dalam keyakinan.

“Tidak ada agama yang menjadi masalah di Perancis saat ini," ujar Macron saat kampanye bulan Oktober 2016.

"Negara harus netral karena merupakan jantung dari sekularisme. Kita berkewajiban untuk membiarkan semua orang menjalankan agama mereka dengan adil," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved