Berita Malang
Musim Hujan Pengaruhi Harga Tomat di Pasar Sayur Karangploso Malang, Dihargai Segini per Kilogramnya
Musim hujan harga beberapa komoditas sayuran di Pasar Sayur Karangploso, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang naik turun. Senin (21/11/2022).
Laporan Wartawan TribunJatim, Septyana Cahyani
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Musim hujan buat harga beberapa komoditas sayuran di Pasar Sayur Karangploso, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang naik turun. Senin (21/11/2022).
Menurut pedagang bernama Laili Afrida (40), harga jagung manis, pare, dan sawi putih mengalami kenaikan. Kenaikan harga pare bukan dipicu musim hujan, melainkan stok pare tersebut masih kosong.
"Jagung manis Rp 75.000 per 15 kilogram, pare mahal dikarenakan kosong harganya berkisar Rp 90.000 - Rp 100.000 per 10 kilogram. Kalau sekilo harganya Rp 12.000, sebelumnya harga pare per kilogram itu Rp 6.000, kalau sawi putih Rp 55.000 per 10 kilo, sedangkan Rp 8.000 per kilogram," tutur Laili Afrida.
Zaky (29), mengatakan bahwa harga jagung paragon dan talenta naik berkisar Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per 15 kilogram.
"Kita enggak jual eceran untuk jagung, harganya berkisar Rp Rp 70.000 sampai Rp Rp 80.000 per 15 kilogram," tutur Zaky.
Sudarwo (40), menyampaikan bahwa harga tomat di Pasar Sayur Karangploso mengalami kenaikan karena dipengaruhi faktor cuaca yaitu musim hujan.
"Harga tomat naik Rp 14.000 per kilogram, sebelumnya harganya Rp 13.000 per kilogram. Ya ini pengaruhnya musim hujan," ungkap Sudarwo.
Baca juga: Dulu Rp 12.500 per Kg, Kini Harga Kedelai di Kota Blitar Melonjak, Naik Bertahap Sejak Tiga Pekan
Hal senada juga disampaikan oleh Rian (29), mengungkapkan harga tomat mengalami lonjakan karena tomat banyak yang mengalami kerusakan dan pengaruh cuaca musim hujan.
"Yang mahal sekarang tomat antara Rp 11.000 - Rp 12.000 per kilogram. Pengaruhnya biasanya stok barang kosong dan barang lokal banyak yang rusak. Ini barang saya ambil di daerah Pujon. Cuaca juga mempengaruhi karena tiap hari hujan," tutur Rian.
Sementara itu, harga sayur andewi mengalami penurunan harga dari Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram.
"Penurunan harga dipengaruhi oleh terangnya cuaca, kalau sekarang kan cuaca masih terang. Kalau cuaca hujan baru mengalami kenaikan harga. Bawang seledri juga turun menjadi Rp 12.000 per kilogram, harganya turun karena petani banyak yang panen," tutur Mulyadi.
Tutik (48), juga mengatakan hal yang sama bahwa harga sayur andewi saat ini mengalami penurunan harga.
"Sekarang harganya turun jadi Rp 10.000 per kilogram. Pengaruhnya itu stok barang banyak. Cuaca juga berpengaruh kalau musim hujan bisa naik, terang Tutik.
Kepala UPT Pasar Sayur Karangploso Anton Apriansyah, membenarkan bahwa harga komoditas sayur mayur sedang mengalami naik turun. Naik turunnya harga dikarenakan musim hujan.