Berita Jember

Bukan Cuma Gadaikan Laptop Sekolah, Guru Honorer di Jember Ini Juga Mahir Curi Sepeda Motor

Ahmad Fauzi (25) bukan hanya tersandung kasus hukum, soal penggelapan tiga unit laptop di Sekolah Dasar Negeri Gumuksari Kecamatan Kalisat, Jember Jaw

Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Imam Nawawi
Guru honorer yang jadi tersangka pencurian motor dan gadaikan laptop sekolah di Jember Jawa Timur, saat keluar dari ruang penyidikan, Kamis (1/12/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Ahmad Fauzi (25) bukan hanya tersandung kasus hukum, soal penggelapan tiga unit laptop di Sekolah Dasar Negeri Gumuksari Kecamatan Kalisat, Jember Jawa Timur. 

Namun, Pria yang berstatus guru honorer tersebut, juga terbukti melakukan pencurian sepeda motor, yang terparkir di depan konter smartphone di Jalan Riau Kecamatan Sumbersari, Jember

Selain di lokasi tersebut, pria yang berasal Desa Lembengan Kecamatan Ledokombo ini, juga mencuri sepeda motor yang terparkir di area Pasar Sempolan Kecamatan Silo, Jember

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengungkapkan modus yang digunakan, kata dia pelaku ini sengaja keliling jalan, untuk mencari kendaraan-kendaran yang diparkir, dengan kunci sepeda motornya masih nempel. 

"Pada saat menemukan sepeda motor yang kuncinya tertinggal, kemudian dirasa aman, lalu pelaku mendekatinya, dan menyeteter kendaraan lalu dibawa kabur," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Jember, Kamis (1/11/2022).

Menurutnya, dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku belum sempat menjual dua unit motor Beat merah dan Vario putih hasil curian tersebut.

Baca juga: Gaji Tak Cukup Buat Menyambung Hidup, Guru Honorer di Jember Nekat Gadaikan 3 Laptop Sekolah

"Kendaranya masih belum sempat dijual, jadi masih digunakan oleh yang bersangkutan," imbuh Hery. 

Dari tangan pelaku, kata Hery, polisi berhasil mengamankan barang bukti,berupa dua unit sepeda motor, yang masih berada di rumah tersangka. 

Atas atas ulahnya tersebut, kata Hery, tersangka dijerat dengan pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian.

"Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, tersangka menggadaikan tiga unit laptop milik sekolah, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Selain itu, juga tersangka menjadi guru honorer baru empat bulan, bahkan belum menerima gaji sama sekali. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved