Berita Pasuruan

Jalanan Macet di Pasuruan Gagalkan Aksi Maling Motor, Berujung Babak Belur Dihajar Warga

Dwi Adi (42) warga Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo babak belur setelah mendapat bogem mentah warga.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJabar.id
Ilustrasi pencuri motor 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dwi Adi (42) warga Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo babak belur setelah mendapat bogem mentah warga.

Yang bersangkutan berusaha membawa lari sepeda motor Misbashul Fuad (26) warga Desa Tamansari Timur, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kapolsek Wonorejo AKP Akhmad Shukiyanto mengatakan, kejadian itu bermula saat adik korban memposting sepeda motor korban.

“Korban ini berniat menjual sepeda motornya. Dibantu adiknya promosi di grup jual beli yang ada di Facebook,” katanya, Minggu (4/12/2022).

Setelah diposting, kata Kapolsek, tersangka ini menghubungi korban melalui pesan singkat dan menyatakan siap untuk melihat sepeda motornya.

Kapolsek menyebut, selanjutnya tersangka dan korban berjanji untuk ketemu hari Sabtu kemarin di rumah korban.

Baca juga: Cara Remaja di Bangkalan Curi 11 Motor dalam 3 Bulan, Sewa Cincin Bermata Magnet dan Kunci T

“Tersangka meminta share lokasi rumah korban. Setelah itu keduanya bertemu dan tersangka langsung mengecek sepeda motor itu,” urainya.

Disebutkannya, tak lama dari itu, tersangka meminta kunci sepeda motor korban dengan dalih untuk mencoba berkendara atau test drive.

“Tersangka berjanji akan mencobanya sebentar sebelum melakukan transaksi. Tanpa berpikir panjang, korban memberikan kuncinya,” jelasnya

Menurut Kapolsek, korban tidak menaruh rasa curiga sedikitpun sekalipun korban ini datang sendirian dan tidak membawa kendaraan.

Setelah ditunggu tidak ada tanda - tanda kembali, korban mulai panik. Ia mengajak adiknya untuk mencari tahu sepeda motornya ini.

“Dalam pencarian itu, korban menemukan lokasi tersangka. Korban spontan meminta tersangka turun dan mengembalikan sepeda motor itu,” urainya.

Kapolsek menyebut, tersangka tidak berhenti. Dia justru memacu kendaraan korban dengan kecepatan tinggi. Sempat terjadi aksi kejar - kejaran.

“Sampai akhirnya, tersangka tidak bisa melarikan diri karena jalanan macet. Disitu, korban menangkap tersangka bersama warga,” paparnya.

Setelah tertangkap, warga yang geram dengan tersangka langsung melayangkan bogeman. Tersangka tidak bisa lolos dari amukan warga.

“Untuk menghindari hal tidak diinginkan, kami langsung mengamankan tersangka ke Polsek,” tambah Kapolsek.

Dari pemeriksaan sementara, tersangka ini residivis. Ia pernah terlibat kasus yang sama di Polres Malang tahun 2019 lalu.

“Sementara kami dalami dulu. Yang jelas, informasi awal aksi itu dilakukan karena kebutuhan. Tersangka butuh uang untuk bayar hutang,” tutupnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved