UMK Jatim

Jelang Penetapan UMK Tahun 2023, Buruh di Tuban Ajukan Permintaan ke Gubernur Jatim 1 Hal

Buruh di Jawa Timur kini tengah menunggu detik-detik penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2023 oleh Gubernur

Penulis: M Sudarsono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Ilustrasi demo buruh di Tuban - Buruh di Tuban inginkan 1 hal sebelum UMK Tuban ditetapkan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono


TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Buruh di Jawa Timur kini tengah menunggu detik-detik penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2023 oleh Gubernur Jawa Timur.

Rencananya, penetapan UMK akan dilakukan pada hari ini, Rabu (7/12/2022).

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, mengatakan buruh mengusulkan upah naik 7,40 persen dari UMK 2022 senilai Rp 2.539.224,88.

Usulan awal saat rapat bersama dewan pengupahan yaitu 7,70 persen, namun terjadi perdebatan yang alot hingga tidak tercapai.

"Akhirnya diusulkan UMK Tuban 2023 naik 7,40 persen, naik senilai Rp 187.952 menjadi Rp 2.727.176,88," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (7/12/2022).

Ia pun bersama rekan buruh lainnya masih memantau menjelang penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Para buruh di Tuban berharap, agar orang nomor satu di Jawa Timur itu tidak menetapkan UMK lebih rendah dari usulan Kabupaten Tuban.

Bahkan menurut Duraji, harusnya kenaikan UMK bisa mencapai 13 persen dengan memperhatikan nilai inflasi sebesar 6,8 persen, ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, serta penyesuaian akibat dampak kenaikan harga BBM dan naiknya harga kebutuhan pokok.

"Kalau berharap UMK 2023 bisa naik 13 persen, kalau tidak bisa maka Gubernur jangan menetapkan di bawah usulan Bupati 7,40 persen," pungkasnya.

Sekadar diketahui, adapun dewan pengupahan melibatkan Apindo, Serikat pekerja, pakar, akademisi,BPS dan Pemerintah.

Gubernur Jawa Timur telah menetapkan Upah Minimun Provinsi (UMP) Tahun 2023 melalui terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Nomor 188/860/KPTS/013/2022 tanggal 21 November 2022 tentang UMP Jatim 2023.

UMP Jatim yang menjadi patokan upah terendah di Jatim di tahun 2023, ditetapkan sebesar Rp 2.040.244,30.

Angka tersebut naik Rp 148.677 dari UMP tahun 2022, sebesar Rp 1.891.567.

Ditegaskan Gubernur Khofifah, kenaikan UMP tahun ini cukup signifikan, mencapai 7,8 persen. Jika dibandingkan kenaikan tahun 2021 ke 2022, sebesar 1,22 persen atau senilai Rp 22.790,04.

Baca juga: Gaji UMK Surabaya 2023 Diprediksi Naik Rp 350 Ribu, Eri Cahyadi Sebut Tidak Jauh dari UMP Jatim 2023


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved