Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Raih Predikat A Indeks Reformasi Birokrasi, Ketua DPRD: Pelayanan Publik yang Baik

Pemkot Surabaya sukses kembali mengukir prestasi dalam hal birokrasi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, Surabaya mencatat sejarah.

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Nuraini Faiq
Sedekah Bumi - .Hari Minggu (30/10/2022) lalu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menghadiri acara Sedekah Bumi di eks pedukuhan Kalijaran, Kelurahan Sambikerep, Adi mengatakan, untuk mendukung acara Sedekah Bumi, di tahun 2022 dianggarkan Rp 400 juta. Dan pada 2023 ploting anggaran akan ditambah. 

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Pemkot Surabaya sukses kembali mengukir prestasi dalam hal birokrasi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, Surabaya mencatat sejarah.

Di mana Pemkot Surabaya catatkan sejarah sebagai pemerintah kota pertama dan satu-satunya di tanah air yang berhasil mencapai peringkat A (Sangat Baik) untuk penilaian Indeks Reformasi Birokrasi.

Kota Pahlawan mampu meningkatkan kategori indeks Reformasi Birokrasi dari BB menjadi A, dimana atas torehan prestasi tersebut surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang meraih prestasi tersebut.

Atas torehan prestasi yang membanggakan tersebut DPRD Kota Surabaya memberikan apresiasi. Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan bahwa, pihaknya menyampaikan apresiasi atas prestasi yang sangat prestisius ini.

“Saya menyampaikan selamat kepada pemerintah kota surabaya dan seluruh jajaran atas prestasi pemerintah kota surabaya mendapat predikat A ( Sangat Baik) untuk reformasi birokrasi dan tata administrasi negara dari kementrian PAN RB. Apalagi Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan. Ini sangat prestisius,” paparnya, Rabu (07/12/2022).

Politisi fraksi PDIP ini menambahkan bahwa, prestasi tersebut menjadi perwujudan bahwa kota Surabaya sudah on the track.

Baca juga: Adi Sutarwijono Dukung Gagasan Walikota Surabaya Fasilitasi Sekolah Kebangsaan Bagi Anggota Gangster

Dan berikutnya, kata pria yang akrab disapa Awi ini adalah tantangan untuk meningkatkan pelayanan publik

Karena, reformasi birokrasi itu nantinya berujung pada pelayanan publik yang semakin baik semakin cepat semakin responsif dan memberikan pelayanan yang semakin terjangkau.

“Dan saya juga melihat pemerintah kota melakukan pelayanan publik lewat pemanfaatan teknologi informasi jadi tidak dengan cara manual lagi. Dan saya juga melihat mall pelayanan publik semakin rapi. Tidak ada antrian yang menjemukan,” paparnya.

Masih kata Awi, kedepannya penghargaan predikat A (Sangat Baik) untuk reformasi birokrasi ini berujung pada pelayanan publik yang semakin baik. Sehingga, semakin memperlancar segala urusan di Surabaya.

“Ini bermuara pada tingkat kepuasan masyarakat semakin tinggi. Pelayanan ditingkat kelurahan kecamatan dinas dan OPD ditambah puskesmas,” katanya.

Selain pelayanan publik, Awi juga menyebutkan bahwa Walikota yang sering turun kelapangan melakukan inspeksi mendadak terhadap kantor-kantor instansi pemerintahan dan kantor pelayanan publik. Ditambah juga peran wakil walikota Surabaya yang juga rajin melakukan sidak terhadap objek-objek pembangunan dan pelayanan publik.

“Kemudian penataan internal di birokrasi juga jalan demikian juga penataan pejabat juga berlangsung dengan baik. Sehingga, apa yang sudah diperbuat oleh walikota Eri Cahyadi berbuah pada penghargaan predikat A (Sangat Baik) reformasi birokrasi terhadap kota Surabaya,”urainya.

Selain itu semua, langkah efisien dan efektif yang ditempuh oleh Pemkot Surabaya sangat terasa contohnya yaitu, perampingan organisasi melalui perda SOTK. Kemudian penataan tupoksi dalam Raperda SOTK itu.

Awi lantas merincikan, misalnya dinas pemukiman perumahan diefektikan ke Dinas PU Bina Marga. Kemudian mutasi pejabat, dengan gaya kepemimpinan walikota yang menitik beratkan pelayanan ditingkat kelurahan dan kecamatan sehingga banyak SDM yang dialihkan kesana.

Kemudian pelayanan adminduk misalnya, yang harus tuntas ditingkat kelurahan. Kemudian, kunjungan setiap staf kelurahan ke balai RW setiap seminggu 2 kali untuk memberikan pelayanan publik kemudian walikota beberapa kali berkantor di kelurahan dan balai RW kemudian setiap sabtu walikota menggelar sambat warga di balai kota.

“Sehingga pelayanan semakin ramping semakin lincah kemudian semakin terukur. dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat Surabaya,”pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved