Berita Blitar

Kisah Pilu Pria di Blitar, Tinggal Sebatang Kara, Ditemukan Tewas dalam Posisi Duduk di Kloset

Kematian Yudi (58), warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, yang jasadnya ditemukan dalam posisi duduk di kloset kamar mandi

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Imam Taufiq
Petugas Polsek Garum melakukan olah TKP sesaat setelah menemukan korban. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kematian Yudi (58), warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, yang jasadnya ditemukan dalam posisi duduk di kloset kamar mandi rumahnya, Sabtu (17/12/2022) malam lalu, membuat gempar warga.

Sebab, kematian korban itu diperkirakan sudah beberapa hari namun karena ia hidup sebatang kara atau tinggal sendirian di rumahnya selama ini sehingga tak segera diketahui.

Informasinya, itu diketahui karena telepon seluler korban tidak bisa dihubungi oleh anaknya yang tinggal di luar kota.

Katanya, sejak Selasa (13/11/2022) atau empat hari sebelumnya, anaknya bingung karena setiap kali menghubungi telepon bapaknya selalu tak aktif. 

"Informasinya seperti itu. Namun, karena anaknya berada di luar kota,  sehingga tak bisa mengecek langsung. Semula, itu dikira karena bapaknya lupa tak meng-charge HP-nya," kata AKP Burhanuddin.

Baca juga: Pria di Mojokerto Tewas Secara Misterius Setelah Pamit Buang Air Besar, Terlentang di Tepi Sungai

Baru setelah empat hari, tak bisa menghubungi bapaknya karena HP-nya mati terus, anaknya mulai panik.

Ia khawatir dengan keadaan bapaknya karena itu tak biasanya kalau bapaknya tak bisa ditelepon meski selama ini tinggal sendirian.

Katanya, anaknya selalu berkomunikasi dengan bapakna, bahkan bisa dibilang hampir tiap hari karena khawatir dengan kesehatannya.

Katanya, sejak ditinggal istrinya, meninggal empat tahun lalu, kondisinya sering sakit-sakitan, sehingga mengkhawatirkan anaknya.

"Karena itu, ketika bapaknya tak bisa ditelepon, anaknya langsung minta tolong temannya (Taryadi), yang rumahnya dekat dengan rumah bapaknya," ujarnya.

Baca juga: Niat Buang Air dan Iseng Tengok Jendela, Warga Surabaya Lihat Jasad Bayi di Parit, Tali Pusar Nempel

Namun, saat didatangi oleh rumah Taryadi, Sabtu malam atau sekitar pukul 21.00 WIB,  rumah korban tertutup rapat dan tak ada jawaban meski dipanggil berkali-kali.

Akhirnya, Taryadi sendiri curiga karena kondisi rumah sepi dan gelap. Khawatir telah terjadi sesuatu yang tak diingin dengan korban, sehingga Taryadi tak berani mengeceknya sendirian.

Ia mengajak warga lainnya, di antara David, ketua RT setempat. Akhirnya, mereka ramai-ramai membuka paksa pintu depan rumah korban, yang tertutup rapat itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved