Berita Malang

Lapas Kelas I Malang Kembangkan Keterampilan 17 Sub Bakat Usaha, Mulai Cukur Rambut hingga Tata Boga

Kembangkan bakat warga binaan, Lapas Kelas I Malang terus mengembangkan sub bakat usaha. Kepala Lapas Kelas I Malang, Heri Azhari mengatakan, di Lapas

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Warga Binaan Lapas Kelas I Malang saat mengikuti ketrampilan tata boga di New Pojok Kuliner, Rabu (4/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kembangkan bakat warga binaan, Lapas Kelas I Malang terus mengembangkan sub bakat usaha.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Heri Azhari mengatakan, di Lapas Kelas I Malang terdapat 17 sub minat dan bakat usaha yang dapat diikuti oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Selain tata boga, juga terdapat pelatihan keterampilan seperti mencukur rambut, laundry, melukis, budidaya jamur dan lainnya.

"Sebelumnya, hanya ada sekitar 13 sub minat dan bakat. Hal itu kita perbanyak, supaya WBP lebih banyak pilihan untuk mengikuti kegiatan keterampilan yang ada," jelasnya kepada TribunJatim.com, Rabu (4/1/2023).

Dirinya menjelaskan, berbagai pelatihan keterampilan itu dibuat untuk membangkitkan semangat dan optimisme para WBP dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain itu, sebagai bekal para WBP ketika bebas nanti, yang diharapkan memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri. 

Baca juga: Kisah Cak Nardi, Napi Seumur Hidup yang Berkarya di Lapas Kelas I Malang, Sangat Rindu Keluarga

Pihaknya juga bekerjasama dengan beberapa lembaga pelatihan keterampilan, dan pada tahun 2022 ini sudah memberikan sertifikat kepada 360 WBP.

"Jumlah WBP kita ada 3.166 orang, dan sekitar 700 - 800 WBP ikut pondok pesantren, sisanya kita arahkan minat dan bakat. Kemudian minat dan bakat ini untuk kita dorong, agar mereka memiliki ketrampilan, dan ketika keluar dari sini sudah benar-benar siap kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Heri menambahkan, seperti kegiatan keterampilan yang berjalan di New Pojok Kuliner, dimana para WBP dilatih untuk membuat beragam makanan dan minuman. Seperti tahu telor, nasi goreng, kwetiaw goreng, onde-onde, minuman kopi dan lainnya.

"Untuk kopi ada dari Malang, Bali, Aceh, kita roasting (giling) sendiri, jadi teman-teman WBP juga menyortir dulu biji kopinya," tambahnya.

Sebagai informasi, New Pojok Kuliner baru dibuka pada tahun 2022 ini sebagai salah satu bengkel latihan dari para WBP yang memiliki minat dan bakat dalam bidang tata boga.

Peralatan seperti beberapa kompor hingga mesin penggilingan kopi, difasilitasi oleh pihak lapas untuk menunjang kegiatan yang ada.

Selain itu, dalam kegiatan minat dan bakat juga ada budidaya jamur tiram. Setiap harinya, para WBP bisa menghasilkan sekitar 30 kilogram jamur tiram yang dipasarkan ke warung-warung makan.

"Satu kilogram itu Rp 10 ribu dan permintaan sebenarnya banyak, tetapi kami tidak money oriented. Yang terpenting, bagaimana para WBP ini keterampilannya benar-benar teruji dan tidak kalah dengan mereka yang di luar sana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved